Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Euforia Nobar Piala Dunia Jadi Rezeki Tambahan bagi UMKM Kaltim

📅 Senin, 06 Jul 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Euforia Nobar Piala Dunia Jadi Rezeki Tambahan bagi UMKM Kaltim Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi
Ket. Kegiatan nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026 babak 16 besar antara Brazil versus Norwegia di Samarinda pada Senin (6/7/2026) dini hari.

SAMARINDA – Demam nonton bareng (nobar) Piala Dunia bukan hanya menghadirkan euforia sepak bola, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi skala kecil.

Warung makan, kedai kopi, pedagang kaki lima, hingga pelaku usaha penyewaan proyektor dan layar merasakan lonjakan permintaan setiap kali pertandingan digelar.

Meski berlangsung dalam waktu terbatas, perputaran uang dari aktivitas nobar mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ajang olahraga berskala global dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata hingga ke tingkat usaha kecil.

Penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) ajang Piala Dunia 2026 melalui saluran siaran resmi membantu para pelaku UMKM di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memaksimalkan omzet.

"Kemudahan izin keramaian insidental dari pemerintah dipadukan dengan akses siaran legal sangat produktif dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi kerakyatan," kata pengamat ekonomi Universitas Mulawarman Gusti Noorlitiaria Achmad di Samarinda, Senin (6/7).

Momentum turnamen olahraga empat tahunan itu, lanjutnya, memicu pergeseran anggaran hiburan masyarakat yang sebelumnya dialokasikan untuk rekreasi luar ruangan menjadi pengeluaran konsumsi di berbagai kedai kopi.

Tingginya animo masyarakat untuk berkumpul tersebut tidak hanya dinikmati oleh pemilik kafe, melainkan turut memberikan lonjakan penghasilan tambahan bagi para pengemudi ojek daring yang melayani pesanan pesan antar makanan.

"Keberhasilan sektor kuliner meraup keuntungan ganda saat ini sangat bergantung pada kemampuan pengusaha dalam memfasilitasi kebutuhan emosional pelanggan yang mencari rasa kebersamaan," kata Gusti.

Mengingat lonjakan permintaan konsumen tersebut bersifat sementara, para pelaku ekonomi dituntut segera menyiapkan inovasi bisnis lanjutan agar stabilitas keuangan usaha tetap terjaga setelah euforia turnamen usai, ujar dia.

"Langkah strategis yang bisa diterapkan ke depan adalah mengoptimalkan ruang kafe menjadi tempat kerja bersama bagi mahasiswa tanpa pembatasan minimum transaksi yang memberatkan," katanya memberikan solusi keberlanjutan.

Salah satu pengusaha kafe di Samarinda Deddy Unaryo mengatakan bahwa adanya jaminan tayangan pertandingan dari pemegang hak siar resmi sangat membantu pihaknya membangkitkan kembali gairah pasar di tengah kondisi daya beli masyarakat yang sedang lesu.

Untuk memaksimalkan potensi kunjungan konsumen secara optimal, para pemilik usaha secara totalitas merombak dekorasi interior ruangan dengan pernak-pernik khas sepak bola agar suasana layaknya stadion sungguhan.

"Kami juga meluncurkan menu paket nonton bareng berharga terjangkau sekaligus menyesuaikan jadwal kerja karyawan pada jam pertandingan Piala Dunia di pagi hari," ujar Deddy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kemenpar Hadirkan Program �...
Nasional
Kemnaker Bidik Serapan Kerj...
Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka,  Djokovic Ukir Rekor Baru

Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka, Djokovic Ukir Rekor Baru

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Peluang Melemah Terbuka, 6 Juli 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.