Merawat Lahan, Menjaga Satwa, Langkah Petani Tebo Bangun Agroforestri di Sekitar TNBT
📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 09:20 WIB | Oleh: Tim PenulisSebab perkebunan warga sering kali dimasuki kawanan gajah yang merusak tanaman sawit, pisang, pinang, dan karet.
“Kalau gajah masuk, terpaksa kami ramai-ramai mengusirnya memakai kembang api,” tuturnya.
Justru itu, guna mengurangi konflik dengan gajah, maka jenis tanaman seperti komoditas kopi dinilai paling aman dari gangguan mamalia besar tersebut.
“Gajah tidak pernah makan tanaman kopi. Paling kalau lewat hanya terinjak, tetapi tidak dimakan,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara berkaitan dengan gangguan lain terhadap tanaman seperti alpukat adalah penyakit tanaman.
Sebab, bibit alpukat paling rentan terserang jamur yang menyebabkan akar membusuk hingga tanaman mati.
Meski begitu, dirinya tetap konsisten menanam kopi, durian, alpukat, dan meranti di sela-sela pohon karetnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tujuannya sistem agroferestri agar lahan tidak hanya menghasilkan getah karet, tetapi juga memiliki potensi ekonomis dari berbagai komoditas lain, sekaligus mendukung pemulihan ekosistem," katanya.
Program restorasi berbasis masyarakat, tambah dia, bukan sekadar menanam pohon, melainkan juga menjadi harapan untuk menjaga keseimbangan antara kelestarian hutan, habitat satwa liar, dan keberlanjutan penghidupannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!