Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Ungkap Hampir Separuh Kasus Demensia Dapat Dicegah dengan Mengatasi Faktor Risiko

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 10:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi Ungkap Hampir Separuh Kasus Demensia Dapat Dicegah dengan Mengatasi Faktor Risiko Doc: Elder Independence
Ket. Hampir separuh kasus demensia dapat dicegah dengan mengatasi faktor risiko yang dapat diubah

SYDNEY - Hampir separuh kasus demensia dapat dicegah dengan mengatasi faktor risiko yang dapat diubah, seperti kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, level pendidikan yang rendah, atau isolasi sosial, ungkap studi baru yang dipimpin oleh tim peneliti Australia.

Para peneliti memantau hampir 500.000 orang dewasa selama lebih dari satu dekade dan menemukan bahwa orang dengan kekuatan otot yang rendah serta kelebihan lemak tubuh, yang dikenal sebagai obesitas sarkopenik (sarcopenic obesity), menghadapi risiko demensia yang lebih tinggi, menurut pernyataan dari Universitas Curtin di Australia yang dirilis pada Kamis (2/7).

Obesitas saja tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia jika kekuatan otot dijaga, menyoroti pentingnya kesehatan otot dan komposisi tubuh dalam pencegahan demensia, kata tim yang dipimpin oleh Universitas Curtin.

"Hingga 45 persen kasus demensia berkaitan dengan faktor-faktor yang dapat kita ubah, seperti gaya hidup, status kesehatan, dan lingkungan," ujar penulis studi itu, Profesor Mario Siervo dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Curtin.

Salah satu penulis studi tersebut, Profesor Blossom Stephan dari Universitas Curtin, mengatakan masih ada miskonsepsi bahwa demensia adalah "bagian yang tak terhindarkan dari penuaan," sementara hambatan seperti waktu, biaya, dan motivasi mengganggu perubahan gaya hidup.

Meski kampanye kesadaran berskala besar menjangkau khalayak yang luas, kampanye itu umumnya hanya menghasilkan peningkatan pengetahuan moderat dan perubahan perilaku yang terbatas, menurut sebuah tinjauan terhadap program-program pencegahan demensia di delapan negara, termasuk Australia, China, dan Amerika Serikat, yang dipublikasikan oleh tim peneliti dalam jurnal The Lancet Healthy Longevity.

Tinjauan itu menemukan bahwa pendekatan interaktif, seperti penilaian risiko yang dipersonalisasi, program edukasi daring (online), dan inisiatif berbasis komunitas yang dipimpin oleh tokoh lokal yang tepercaya, lebih efektif dalam mendorong aksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.