Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA Meluncurkan 'Robot Luar Angkasa' untuk Misi Menyelamatkan Teleskop Swift

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
NASA Meluncurkan 'Robot Luar Angkasa' untuk Misi Menyelamatkan Teleskop Swift Doc: AP/NASA
Ket. Foto yang disediakan oleh NASA ini menunjukkan Kieran Wilson, peneliti utama LINK, dan Hunter Robertson, seorang insinyur sistem ruang angkasa, keduanya dari Katalyst Space, berdiri di samping pesawat ruang angkasa mereka di dalam SES (Space Environment Simulator) di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland, 17 April 2026,

NASA meluncurkan robot luar angkasa untuk menyelamatkan Observatorium Neil Gehrels Swift yang sudah tua dari Pasifik Selatan, Jumat (3/7), dalam sebuah uji coba yang dipantau ketat yang dapat mengubah cara perawatan satelit di orbit.

LINK, yang dibangun oleh Katalyst Space Technologies yang berbasis di Arizona, diluncurkan ke orbit menggunakan roket Northrop Grumman Pegasus XL yang dilepaskan dari pesawat Stargazer yang telah dimodifikasi pada ketinggian sekitar 40.000 kaki di atas Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall. 

Wahana antariksa tersebut akan menghabiskan dua bulan berikutnya secara bertahap mengejar teleskop Swift sebelum menggunakan lengan robotnya untuk menempel pada observatorium dan perlahan-lahan mengangkatnya ke orbit yang lebih tinggi, yang berpotensi memperpanjang masa operasionalnya hingga bertahun-tahun. 

Observatorium Neil Gehrels Swift, yang telah mempelajari semburan sinar gamma, lubang hitam, dan galaksi jauh sejak tahun 2004, tidak memiliki kemampuan propulsi di dalamnya. NASA mengatakan aktivitas matahari baru-baru ini telah mempercepat peluruhan orbitnya dengan meningkatkan hambatan atmosfer. 

Tanpa intervensi, observatorium yang mengorbit senilai US$500 juta ini diperkirakan akan secara bertahap kehilangan ketinggian dan melayang menuju Bumi, dan akhirnya terbakar di atmosfer pada akhir tahun ini.

Robort Luar Angkasa Pertama di Dunia

Di bawah kontrak NASA senilai US$30 juta, Kataly yang berbasis di Arizona membangun dan menguji LINK seberat setengah ton hanya dalam waktu sembilan bulan – jangka waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk misi luar angkasa yang begitu kompleks. 

“Seluruh misi ini terwujud dengan kecepatan luar biasa,” kata pendiri dan CEO Katalyst, Ghonhee Lee, Jumat. Ia menyebut pesawat ruang angkasa penyelamat tersebut “robot luar angkasa” pertama di dunia yang sejenis. 

“Pesawat ini memiliki lengan robot, mekanisme penjepit (dan) kemampuan manuver untuk dapat berlabuh ke satelit… dan pada akhirnya daya untuk mendorong aset multi-ton tersebut,” katanya dikutip CNA. 

Lee mengakui upaya tersebut mengandung risiko yang signifikan , tetapi ia mengatakan alternatifnya adalah kegagalan yang pasti. 

“Ini adalah misi dengan risiko sangat tinggi, namun imbalannya juga tinggi,” katanya. “(Tetapi) bahaya terbesar yang kita semua sadari adalah tidak melakukan apa pun. Jika kita tidak dapat meluncurkan pesawat ruang angkasa tepat waktu, Swift pasti akan jatuh.”

Era Baru Layanan Satelit  

Lee mengatakan proyek ini merupakan langkah maju yang besar bagi industri antariksa, yang secara tradisional berfokus pada pembuatan dan peluncuran satelit daripada perawatan satelit setelah berada di orbit.

Ia berpendapat industri ini perlu melangkah lebih jauh dari sekadar memperlakukan satelit sebagai aset yang hanya diluncurkan sekali. Teknologi seperti servis dan pemeliharaan robotik dapat memperpanjang masa pakai wahana antariksa yang berharga dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada menggantinya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...

Waduk Sumber kepuh di Nganjuk mengering

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Waduk Sumber kepuh di Nganj...

Ahli Vulkanologi ITS Bagikan Langkah Penanganan dan Mitigasi Erupsi

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ahli Vulkanologi ITS Bagika...

Kecelakaan pesawat latih di Blora

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Kecelakaan pesawat latih di...
Ekonomi
Wamendag kunjungi pelaku UM...
Luar Negeri
AS Target Hidupkan Lagi Mej...
Luar Negeri
Iran Amankan Jalur Strategi...
Luar Negeri
Sinyal Damai dari Kyiv: Ukr...
Advertisement
Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.