Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Muara Batang Kuranji Dikeruk Total, PU Kejar Pengendalian Banjir di Kawasan Rawan

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muara Batang Kuranji Dikeruk Total, PU Kejar Pengendalian Banjir di Kawasan Rawan Doc: ANTARA/HO-Kementerian PU
Ket. Kondisi muara Muara Batang Kuranji di Kota Padang, Sumatra Barat, setelah dilakukan pengerukan.

JAKARTA – Upaya pengendalian banjir dan pemulihan fungsi sungai menjadi bagian penting dari strategi membangun ketahanan wilayah terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Penanganan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup normalisasi sungai, rehabilitasi daerah aliran sungai, serta pengendalian alih fungsi lahan, dapat meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung dan mengalirkan air.

Dalam jangka panjang, pemulihan fungsi sungai tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan, menjaga ketersediaan sumber daya air, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan sungai.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting agar upaya pengendalian banjir dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pengerukan Muara Batang Kuranji di Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan pemulihan fungsi sungai setelah bencana.

"Kalau muaranya terbuka lebar dan air mengalir deras, sedimen akan terbuang ke laut sehingga kapasitas aliran tetap terjaga," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/7).

Dody mengatakan pekerjaan tersebut bertujuan untuk memperlancar aliran air sungai menuju laut serta mengurangi risiko luapan saat debit air meningkat akibat hujan deras.

Selain itu, lanjut dia, pengerukan untuk menjaga pintu air agar irigasi masyarakat tetap berfungsi, serta mencegah backwater atau aliran balik air saat pasang laut.

Untuk total panjang pengerukan kurang lebih 550 meter dan kini telah rampung 100 persen.

Dody Hanggodo menekankan agar penanganan sungai setelah bencana dimulai dari bagian muara guna memastikan aliran air berjalan lancar dari hulu menuju hilir serta meminimalkan risiko genangan.

"Perbaikan jalan tentu akan sia-sia jika drainase tersumbat dan muara mengalami pendangkalan yang memicu banjir rob atau genangan saat hujan," ujar dia.

Kegiatan pengerukan itu digarap secara swakelola dengan menggunakan dana operasi dan pemeliharaan tahun 2026 sebesar Rp2,7 miliar.

Hingga Juni 2026, tercatat dari 38 muara yang terdampak pascabencana Sumatera, sebanyak tujuh muara telah selesai dikerjakan dan empat muara masih ditangani dengan target penyelesaian pada Oktober 2027.

Pemerintah juga telah merumuskan strategi percepatan penanganan muara terdampak tersebut, salah satunya dengan Satuan Tugas (Satgas Kuala) untuk mempercepat pemulihan dan penanggulangan pascabencana di wilayah terdampak, khususnya Sumatra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.