Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merawat Lahan, Menjaga Satwa, Langkah Petani Tebo Bangun Agroforestri di Sekitar TNBT

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 09:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Merawat Lahan, Menjaga Satwa, Langkah Petani Tebo Bangun Agroforestri di Sekitar TNBT Doc: ANTARA/HO-Dayat
Ket. Seorang nenek bernama Suyati dilahan kopinya di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Kabupaten Tebo, Jambi.

JAMBI – Di tepian kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), para petani di Kabupaten Tebo, Jambi, mulai menemukan cara baru untuk hidup berdampingan dengan alam.

Mereka menerapkan sistem agroforestri dengan memadukan tanaman perkebunan, tanaman pangan, dan pepohonan dalam satu hamparan lahan.

Pola ini bukan hanya menjaga produktivitas kebun, tetapi juga membantu mempertahankan tutupan vegetasi yang menjadi bagian penting dari ekosistem sekitar.

Pendekatan tersebut juga menjadi upaya meredam konflik antara manusia dan gajah liar yang selama ini kerap terjadi di wilayah penyangga taman nasional.

Dengan lanskap yang lebih ramah bagi satwa dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan, petani tidak sekadar menjaga sumber penghidupan, tetapi ikut merawat keseimbangan alam.

Kisah dari Tebo menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan ketika alam dipandang sebagai mitra, bukan hambatan.

Suyati (70), anggota Kelompok Sepenat Unggul di Dusun Benteng Makmur, Desa Muara Kilis, Kabupaten Tebo, aktif menanam kopi serta tanaman komoditas lainnya seperti durian, alpukat, hingga pohon meranti di lahan mililnya yang berada di pinggir bentang TNBT itu, kata Community Development Officer WWF Indonesia Rara Yulia Putri di Tebo, Jumat (3/7).

Rara mengatakan seorang petani lanjut usia itu yang sudah 20 tahun tinggal di zona penyangga Bukit Tigapuluh sudah mulai mengembangkan sistem agroforestri.

Selama ini, ia mengandalkan penghasilan dari menyadap karet di lahan seluas satu hektare, kini pola pemanfaatan lahan tersebut mulai berubah.

"Kami turut memberdayakan petani di kawasan TNBT melalui penyaluran bantuan 125 bibitlewat program restorasi WWF Indonesia berbasis masyarakat. Maka lahan seluas satu hektare dikembangkan petani itu dengan menerapkan sistem agroforestri," ungkapnya.

Sistem agroforestri adalah pengelolaan lahan yang memadukan tanaman pertanian, perkebunan, atau peternakan dengan tanaman kehutanan dalam satu area.

Sementara itu, Sayuti menyampaikan bahwa bantuan yang diterima empat jenis bibit tanaman dan pohon hutan, meliputi durian, alpukat, kopi, dan pohon kayu meranti.

Ia merinci total bibit yang diterima mencapai 125 batang, terdiri atas 25 bibit kopi, 25 jeruk, 25 alpukat, 25 durian, dan 25 meranti.

Menurut Sayuti bahwa menjadi petani di kawasan penyangga habitat gajah sumatra memiliki risiko tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Perang Perbesar Tekanan Har...
Luar Negeri
Penjarahan Terjadi di Sejum...
Luar Negeri
Sedikitnya 19 Orang Tewas p...
Luar Negeri
Jepang akan Luncurkan Misi ...
Luar Negeri
855 Orang Ditangkap Kerusuh...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.