Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Mendadak 'Kebakaran' Sore Ini, Harga Minyak Dunia Jadi Biang Keroknya?

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 17:02 WIB | Oleh:
IHSG Mendadak 'Kebakaran' Sore Ini, Harga Minyak Dunia Jadi Biang Keroknya? Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Pengunjung melintas di depan refleksi layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3).

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal mempertahankan momentum penguatannya dan terpaksa parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (12/3) sore.

Melemah 0,37 persen ke posisi 7.362,12, gerak indeks nasional seakan mengekor rontoknya bursa saham di kawasan Asia. Sentimen negatif ini dipicu oleh volatilitas harga minyak mentah dunia yang melonjak tajam menyusul meningkatnya tensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang kembali memicu kekhawatiran pelaku pasar akan ancaman inflasi global serta defisit anggaran yang membengkak.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,06 poin atau 0,14 persen ke posisi 751,19.

"Sentimen negatif antara lain berasal dari masih berlangsungnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, yang menimbulkan harga minyak mentah kembali mengalami penguatan," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, kenaikan harga minyak mentah meningkatkan kecemasan terhadap potensi inflasi dan melebarnya defisit APBN, serta potensi defisitnya neraca perdagangan minyak dan gas (migas).

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 5,48 persen ke level 92,03 dolar AS per barel, sementara jenis Brent naik 5,69 persen ke level 97,21 dolar AS per barel, data perdagangan hari ini pukul 16.45 WIB

Laporan terjadinya serangan terhadap beberapa kapal tanker di sekitar Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga minyak mentah. Laporan ini muncul tidak lama setelah International Energy Agency (IEA) mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah dalam skala terbesar dalam sejarahnya.

Tidak ada tanda-tanda de-eskalasi di Teluk Persia membuat harga minyak mentah tetap diperdagangkan di harga tinggi, karena belum terlihat tanda-tanda akan berakhir gangguan aliran minyak di Selat Hormuz.

Keputusan IEA juga memberikan sinyal bahwa tingginya risiko gangguan suplay minyak, serta menunjukkan bahwa IEA tidak percaya perang ini akan segera berakhir.

"Menyikapi masih tingginya ketidakpastian kapan perang ini akan berakhir, semakin meningkatkan risiko akan dampaknya terhadap kenaikan inflasi dan perlambatan ekonomi global," ujar Ratna.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat dipimpin sektor barang transportasi & logistik yang naik sebesar 1,22 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan yang naik sebesar 0,26 persen.

Sedangkan sembilan sektor turun yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam minus 1,85 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang baku yang masing-masing turun sebesar 1,18 persen dan 1,15 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KUAS, ALKA, CSMI, SURI dan OILS. Sedangkan saha-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NETV YELO, UANG, SOCI dan BELL.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.