Dokter Anak Ingatkan Orang Tua Harus Cermati Komposisi Produk Nutrisi, Jangan Hanya Lihat Klaim Kemasan
📅 Kamis, 02 Jul 2026, 19:10 WIB | Oleh: Haryo BronoIa menegaskan bahwa gula tambahan berbeda dengan laktosa yang merupakan gula alami dalam susu. Namun demikian, jenis gula, posisi dalam daftar komposisi, serta frekuensi konsumsi tetap perlu diperhatikan.
Paparan gula tambahan sejak usia dini, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan peningkatan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, tetapi juga dapat memengaruhi preferensi rasa anak di masa depan. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman dengan rasa manis berlebihan berpotensi lebih sulit menerima makanan alami seperti sayur dan buah.
Lengkapi dengan membaca informasi nilai gizi
Selain membaca komposisi, Prof. Rini mengingatkan agar orang tua juga memperhatikan tabel informasi nilai gizi. Melalui tabel tersebut, konsumen dapat mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, informasi nilai gizi sebaiknya dibaca bersamaan dengan daftar komposisi agar orang tua memperoleh gambaran utuh mengenai bahan penyusun sekaligus kandungan nutrisi produk. Prof. Rini menegaskan bahwa tidak ada satu produk nutrisi yang mampu menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan.
"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan. Penggunaan produk nutrisi sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan agar pemenuhan gizi berlangsung tepat dan aman sesuai tahapan tumbuh kembang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!