Dokter Ingatkan Pencernaan Anak Berpengaruh pada Nafsu Makan dan Kualitas Tidur
📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 19:05 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Nestlé Indonesia
JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia, Lactogrow meluncurkan program edukasi interaktif bertajuk Lactogrow Digestion Expert Lab, sebuah pengalaman imersif yang dirancang untuk membantu orang tua memahami pentingnya menjaga kesehatan pencernaan anak sejak dini.
Program yang diklaim sebagai pengalaman edukatif pencernaan sehat anak pertama di Indonesia ini berlangsung di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 5–7 Juni 2026 dan akan berlanjut di Transmart Makassar pada 26–28 Juni 2026. Melalui teknologi interaktif, zona stimulasi edukatif, serta sesi diskusi bersama dokter spesialis anak, orang tua dan anak diajak mengenal lebih dekat peran pencernaan dalam mendukung tumbuh kembang.
Pencernaan yang sehat memiliki peran penting dalam membantu tubuh menyerap nutrisi secara optimal. Kondisi ini berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan anak, mulai dari nafsu makan, kualitas tidur, hingga rasa percaya diri saat bermain dan beraktivitas.
Menurut tinjauan ilmiah internasional yang dipublikasikan oleh Velasco-Benítez dan kolega pada 2022, sekitar satu dari lima anak berusia di bawah empat tahun di dunia mengalami gangguan pencernaan fungsional. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya edukasi kepada orang tua untuk mengenali tanda-tanda pencernaan yang kurang optimal pada anak.
Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A., BMedSci, M.Kes, mengatakan bahwa kondisi pencernaan anak sering kali tercermin dari perilaku sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Anak yang lebih rewel, terus ingin dekat dengan orang tua, kurang nafsu makan, atau mengalami gangguan tidur bisa jadi mengalami ketidaknyamanan pada sistem pencernaannya. Karena itu, menjaga kesehatan pencernaan setiap hari menjadi penting agar nutrisi yang dikonsumsi dapat diserap secara optimal untuk mendukung tumbuh kembang,” ujarnya di area Lactogrow Digestion Expert Lab tersebut.
Ia menjelaskan bahwa salah satu upaya menjaga kesehatan pencernaan adalah melalui pemberian asupan gizi yang tepat, beragam, dan seimbang, termasuk probiotik. Namun, menurutnya, manfaat probiotik sangat bergantung pada jenis atau strain yang digunakan.
Dr. Miza menyoroti Lactobacillus reuteri (L. reuteri) sebagai salah satu probiotik yang telah banyak diteliti secara klinis. Ia menyebutkan bahwa probiotik tersebut telah menjadi subjek lebih dari 290 publikasi ilmiah yang melibatkan sekitar 25.000 individu dari berbagai kelompok usia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa L. reuteri dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung kenyamanan saluran cerna, sehingga penyerapan nutrisi berlangsung lebih optimal,” katanya.
Sementara itu, Vera Gozali, Category Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, mengatakan bahwa Digestion Expert Lab merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai kesehatan pencernaan anak.
Menurut Vera, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai edukasi yang mudah dipahami dan dekat dengan keseharian keluarga, termasuk melalui fitur digital Digestion Poop Check yang membantu orang tua memahami pola buang air besar anak sebagai salah satu indikator kesehatan pencernaan.
“Orang tua saat ini semakin cermat dalam memilih asupan gizi untuk anak mereka. Kami ingin menghadirkan edukasi yang interaktif sekaligus memberikan pilihan gizi harian yang mendukung pencernaan sehat sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang,” ujarnya.
Lactogrow sendiri menyebut produknya sebagai susu pertumbuhan yang mengandung L. reuteri DSM 17938 di bawah lisensi BioGaia AB serta diformulasikan tanpa sukrosa.
Penyanyi Anggi Marito, yang juga merupakan ibu dari seorang anak berusia hampir dua tahun, turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan pencernaan anak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!