Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banda Aceh Kembangkan Urban Farming, Ketahanan Pangan Diperkuat

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banda Aceh Kembangkan Urban Farming, Ketahanan Pangan Diperkuat Doc: ANTARA FOTO/Ampelsa
Ket. Arsip foto - Warga memanen melon madu dengan sistem pertanian hidroponik pada lahan pekarangan rumah, di Banda Aceh, Aceh.

BANDA ACEH – Pengembangan pertanian perkotaan menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya urbanisasi.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan lokal, konsep ini juga mampu memperpendek rantai pasok, menekan biaya distribusi, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat perkotaan.

Jika didukung dengan teknologi dan kebijakan yang tepat, pertanian perkotaan dapat menjadi bagian penting dari pembangunan kota yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan mengembangkan pertanian perkotaan atau urban farming guna meningkatkan ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh Iskandar di Banda Aceh, Kamis (2/7), mengatakan pengembangan pertanian perkotaan tersebut dengan memaksimalkan keterbatasan lahan yang ada di ibu kota Provinsi Aceh tersebut

"Kota Banda Aceh memiliki lahan pertanian yang terbatas, sehingga upaya yang dilakukan untuk sektor pertanian dengan memaksimalkan yang ada, seperti mengembangkan pertanian perkotaan atau urban farming," katanya.

Menurut dia, pengembangan pertanian perkotaan ini dilakukan dengan memaksimalkan lahan yang terbatas seperti pekarangan rumah, penanaman dengan sistem hidroponik, serta metode pertanian efektif lainnya.

Sedang tanaman yang dikembangkan hortikultura, seperti cabai, bawang, dan lainnya. Tanaman hortikultura tersebut tidak membutuhkan perawatan yang rumit serta masa panennya juga tidak terlalu lama.

"Pengembangan pertanian perkotaan ini dapat meningkatkan perekonomian serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat," kata Iskandar.

Selain tanaman hortikultura, kata dia, pihaknya juga mengembangkan peternakan ayam petelur dengan skala kecil dengan memaksimalkan lahan yang ada. Dan ini bisa diterapkan di setiap rumah, sehingga kebutuhan telur dapat dipasok dari peternakan sendiri.

"Pengembangan peternakan ayam petelur ini menggunakan kandang bertingkat dengan kapasitas 20 hingga 30 ekor ayam. Dengan pola seperti ini, kami yakin masyarakat Kota Banda Aceh tidak kekurangan telur ayam," katanya.

Saat ini, kata Iskandar, di Kota Banda Aceh ada sebanyak 224 kelompok tani yang siap mengembangkan pertanian perkotaan tersebut. Dari 224 kelompok itu, sebanyak 97 kelompok di antara merupakan kelompok wanita.

"Kelompok tani tersebut digerakkan untuk mengembangkan pertanian perkotaan. Mereka juga menjadi ujung tombak untuk mengajak dan memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian," kata Iskandar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.