Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Investasi dan Lindungi Pekerja, Kemenperin Dorong Kebijakan Industri Hasil Tembakau yang Berimbang

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 20:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Benget menyebut paparan iklan, media sosial, kemasan yang menarik, hingga hadirnya berbagai varian rasa dinilai menjadi faktor yang mendorong anak-anak mencoba merokok.

Ia mencontohkan munculnya produk-produk rokok dengan cita rasa buah seperti apel, mangga, dan berbagai rasa lainnya.

"Kalau kita lihat sekarang ada rasa apel, mangga dan macam-macam. Hasil kajian menunjukkan hal-hal seperti itu justru lebih menarik bagi anak-anak. Karena itu kami ingin mengurangi daya tarik tersebut," katanya. 

Menurutnya, pengendalian terhadap aspek pemasaran bukan ditujukan kepada perokok dewasa, melainkan untuk mengurangi kemungkinan anak-anak mulai mencoba rokok.

Salah satu isu yang paling banyak diperdebatkan dalam diskusi adalah rencana pengaturan kemasan rokok.

Menanggapi berbagai kekhawatiran pelaku industri, Benget menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan tidak sedang menerapkan plain packaging (kemasan polos) sebagaimana yang berlaku di beberapa negara.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah hanya mengusulkan penyeragaman warna dasar kemasan, sedangkan identitas merek tetap dipertahankan.

"Kami bukan menerapkan plain packaging. Yang diatur hanya warna kemasan supaya peringatan kesehatannya lebih efektif. Merek, logo dan identitas produk tetap ada," tegasnya. 

Menurut Benget, penyamaan warna dimaksudkan agar perhatian konsumen lebih tertuju pada peringatan kesehatan bergambar yang selama ini telah menjadi bagian dari kemasan rokok.

Ia juga menegaskan bahwa usulan tersebut telah mengalami perubahan dibandingkan konsep awal setelah pemerintah menerima berbagai masukan melalui konsultasi publik.

"Awalnya memang ada beberapa usulan lain. Tetapi setelah public hearing, kami menerima banyak masukan. Sekarang yang dibahas tinggal warna kemasan."

Menanggapi kekhawatiran bahwa regulasi baru akan mematikan industri hasil tembakau, Benget memberikan penegasan. "Tidak ada maksud Kementerian Kesehatan untuk mematikan industri tembakau," ujarnya.

Menurut dia, seluruh kebijakan yang disusun hanya bertujuan mengurangi jumlah perokok baru, terutama di kalangan anak dan remaja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.