Jatim Kirim Tim SAR dan Dokter untuk NTT
📅 Senin, 17 Agu 2026, 14:33 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan tim pencarian dan pertolongan, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik senilai Rp985,8 juta untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Senin.
Dikutip dari Antara, Khofifah mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan gotong royong antardaerah untuk membantu penanganan bencana di NTT.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, terutama keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance pada Minggu (16/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang bergabung dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta unsur potensi pencarian dan pertolongan.
Satu personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) ditugaskan mendukung pengumpulan dan sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.
Selain itu, Pemprov Jatim mengirim tim kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya yang terdiri atas empat tenaga medis, termasuk dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat, serta membawa obat-obatan dan peralatan medis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahap awal, bantuan logistik mencapai 8,4 ton senilai Rp985.816.345. Bantuan tersebut terdiri atas perlengkapan anak, velbed, makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi, serta berbagai biskuit.
“Ini adalah bentuk gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan,” kata Khofifah.
Bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin (17/8) menggunakan KM Dharma Rucitra 8 menuju Pelabuhan Soekarno, Ende. Setibanya di Ende, bantuan diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT.
“Nantinya total bantuan dari Jawa Timur yang akan diberangkatkan diperkirakan sebanyak 100 ton. Yang diberangkatkan tanggal 17 Agustus 2026 sebanyak 8,4 ton, sisanya akan diberangkatkan tanggal 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo,” katanya.
Khofifah menegaskan dukungan Jawa Timur akan terus disesuaikan dengan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Sekali lagi, duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!