98% Publik Dukung Kendaraan Listrik di Tengah Kenaikan Harga BBM, Asosiasi Dorong Percepatan Transisi.
📅 Kamis, 18 Jun 2026, 17:05 WIB | Oleh: Yebdi TrismarTiga Pilar Pemerintah, Industri, dan Konsumen dapat Saling Menguatkan
Berbagai data yang ada tidak hanya merekam angka dukungan, ia juga mengungkap pola kolaborasi yang paling efektif untuk mendorong transisi kendaraan listrik secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa ketiga pihak, Pemerintah, industri, dan konsumen, masing-masing memiliki peran yang saling bergantung dan tidak dapat berdiri sendiri.
Dari sisi konsumen, kesiapan sudah ada. Sebanyak 81,1% menyatakan bersedia beralih, dan 73,5% percaya bahwa suara mereka dapat menggerakkan kebijakan (Data Litbang Kompas, 2026). Ini bukan massa yang pasif menunggu diarahkan, melainkan pasar yang aktif dan sadar, yang hanya membutuhkan satu hal untuk bergerak: kepastian bahwa kebijakan yang mendukung mereka nyata dan dapat dipegang. Survei juga menemukan bahwa elektrifikasi transportasi umum dipandang sebagai langkah yang paling mendesak dan berpotensi mengubah perilaku mobilitas secara luas, mengindikasikan bahwa konsumen berpikir lebih jauh dari sekadar kepemilikan kendaraan pribadi.
Dari sisi industri, kesiapan juga sudah terbukti. Pengguna aktif kendaraan listrik menjadi agen advokasi terkuat mencapai 96,8% bersedia merekomendasikan kepada orang lain berdasarkan pengalaman nyata, bukan janji. Efek berantai ini adalah aset yang tidak dimiliki kebijakan manapun secara langsung, dan hanya bisa tumbuh jika industri diberi kepastian untuk terus berproduksi, berinovasi, dan memperluas jangkauan distribusinya. Survei secara eksplisit mencatat bahwa ketidakpastian kebijakan insentif adalah hambatan terbesar bagi calon pembeli yang sudah siap, dan jika insentif dihentikan tiba-tiba, pasar berpotensi mengalami guncangan yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi Pemerintah, perannya adalah sebagai arsitek ekosistem. Survei menemukan bahwa 97,4% responden menilai regulasi pengendalian emisi kendaraan masih lemah dan perlu diperketat, sementara 79,4% mengharapkan Pemerintah memperketat aturan kepada perusahaan kendaraan agar memproduksi lebih banyak kendaraan listrik. Ini adalah mandat yang jelas: Pemerintah tidak hanya diharapkan hadir sebagai pemberi insentif jangka pendek, tetapi sebagai penentu arah jangka panjang yang memberi seluruh ekosistem, industri, investor, dan konsumen, kepercayaan untuk bergerak maju bersama.
Ketika seluruh pihak bergerak dalam satu arah yang sama dan saling memperkuat, data Litbang Kompas menunjukkan bahwa hasilnya bukan hanya adopsi kendaraan listrik yang lebih cepat, melainkan pasar domestik yang mandiri, rantai pasok yang kuat, dan pengurangan ketergantungan pada impor BBM yang permanen. Itulah pola terbaik yang tersedia, dan semua prasyaratnya sudah ada hari ini.
"Sebanyak 73,5% masyarakat percaya bahwa suara mereka dapat mempengaruhi kebijakan publik. Kami sebagai asosiasi hadir untuk menjembatani aspirasi tersebut dengan kapasitas industri yang siap. Kami meyakini Pemerintah memiliki komitmen dan kemampuan untuk mewujudkan transisi ini secara bersama-sama." — Budi Setiyadi, Ketua Umum AISMOLI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tentang AISMOLI
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (“AISMOLI”) yang menghimpun pelaku industri dalam ekosistem kendaraan listrik roda dua dan tiga, yaitu industri sepeda motor listrik, sepeda listrik, industri konversi, termasuk didalamnya industri komponen, baterai, infrastruktur, dan layanan pendukung. AISMOLI mendorong percepatan adopsi sepeda motor listrik melalui penguatan industri, advokasi kebijakan, standardisasi keselamatan, edukasi publik, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Saat ini AISMOLI memiliki lebih dari 50 anggota yang terdiri dari industri sepeda motor listrik, industri sepeda listrik, bengkel konversi dan komponen & subsidiary industry.
Narahubung:
1. Hanggoro Ananta Khrisna, Sekretaris Jenderal (0811-8682-662)
2. Riniwaty Sinaga, Public Relation & Event Executive (0816-104477)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!