Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam Doc: ANTARA/ Imamatul Silfia
Ket. Ilustrasi-Penenun asal Kampung Hula di Pulau Alor, Mama Sariat Tole, memeragakan penggunaan alat tenun di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

JAKARTA – Ekspor langsung dari desa menunjukkan pergeseran penting dalam struktur perdagangan nasional, di mana pelaku usaha di tingkat lokal semakin terhubung dengan pasar global tanpa melalui banyak perantara.

Model ini meningkatkan nilai tambah di daerah, memperpendek rantai distribusi, serta memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani dan pelaku UMKM desa.

Namun, keberhasilan ekspor langsung sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, standar kualitas, sertifikasi, dan akses logistik yang memadai agar produk desa mampu bersaing di pasar internasional.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyebut skema ekspor langsung dari desa mampu meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 30 persen karena memangkas rantai distribusi yang selama ini mengurangi keuntungan pelaku usaha desa.

“Jadi langsung potong rantai distribusinya, pendapatan ekonomi masyarakat itu bertambah 30 persen,” kata Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes) Yandri Susanto usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Jakarta, Kamis (18/6).

Menurut dia, selama ini banyak produk desa dipasarkan melalui rantai distribusi yang panjang, mulai dari tengkulak, pengepul, hingga perantara lainnya sebelum akhirnya diekspor.

Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah yang diterima masyarakat desa menjadi lebih kecil dibandingkan jika produk dijual langsung kepada pembeli di negara tujuan.

“Selama ini produk desa itu diambil sama tengkulak, sama pengepul dulu, panjang. Sehingga desa itu berkurang margin-nya,” ujar dia.

Yandri menjelaskan program 5.000 Desa Ekspor yang ditargetkan rampung pada 2029 didorong agar desa dapat menjadi pelaku ekspor secara langsung melalui badan usaha milik desa (BUMDes) atau kelembagaan ekonomi desa lainnya tanpa harus bergantung pada rantai perantara yang panjang.

Ia kemudian memberikan salah satu contoh ekspor yang telah dilakukan adalah ekspor gula aren dari Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang dikirim langsung ke Australia, Malaysia, dan Belanda melalui pelabuhan ekspor tanpa melalui perantara.

Selain itu, Desa Kertasana di Kabupaten Pandeglang juga telah mengekspor ikan koi emas secara langsung ke Kanada, Inggris, Prancis, dan Afrika Selatan.

Yandri juga menyebut ekspor gula aren dari Banyumas yang telah menjangkau pasar Hungaria dan Spanyol.

Menurut dia, skema ekspor langsung tersebut tidak hanya memperluas akses pasar bagi produk desa, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat karena nilai jual yang diterima produsen menjadi lebih tinggi.

“Jadi Desa Ekspor itu tidak lagi melalui A, B, C baru diekspor, enggak, tapi desa sebagai pelaku ekspor,” ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Pemerintah Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Kreatif Indonesia

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.