Senator Agita Gandeng Lansia untuk Serap Aspirasi Masyarakat dan Perkuat Partisipasi Publik.
📅 Kamis, 18 Jun 2026, 17:28 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti melakukan kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat bersama Lembaga Lanjut Usia Indonesia, Kamis (18/6), di Kecamatan Lengkong, Bandung. Kegiatan ini mengangkat tema “Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara Menurut UUD NRI Tahun 1945”, dengan fokus pada isu perlindungan anak, pendidikan, pelayanan publik, hak penyandang disabilitas, hingga kesejahteraan lanjut usia.
Dalam sambutannya, Agita Nurfianti menegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk anak-anak, penyandang disabilitas, dan lansia, memiliki hak konstitusional yang wajib dipenuhi negara sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Negara wajib hadir memastikan setiap warga negara mendapatkan hak-haknya, mulai dari pendidikan, perlindungan sosial, pelayanan kesehatan, hingga kesempatan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Agita.
Menurutnya, saat ini jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat. Kondisi ini merupakan indikator keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dan kesejahteraan. Namun di sisi lain, kita juga perlu memastikan bahwa para lansia memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik, jaminan sosial yang memadai, lingkungan yang ramah lansia, serta dukungan keluarga dan masyarakat yang kuat.
“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin menghargai jasa para orang tua dan lansia. Nilai-nilai kesabaran, kerja keras, gotong royong, dan kecintaan terhadap bangsa yang telah diteladankan oleh generasi terdahulu harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.
Pada forum dialog, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi terkait perlindungan anak, khususnya penanganan anak terlantar dan pentingnya penyisiran terhadap anak-anak yang putus sekolah agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan melalui program Sekolah Gratis, Program Indonesia Pintar (PIP), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Selain itu, masyarakat juga menyoroti keberadaan Program Pendidikan Sekolah Maung sebagai inovasi pendidikan. Menanggapi hal tersebut, Agita menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas segala masukan yang telah disampaikan. Ini akan menjadi bahan evaluasi di tahun berikutnya, mengingat program ini masih tergolong baru. Namun demikian, sekolah-sekolah lain juga perlu tetap mempertahankan kelas unggulannya,” kata Agita.
Isu lain yang mengemuka adalah mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia dan upaya pencegahan stunting pada kelompok usia rentan, yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kebijakan sosial.
Dalam sesi diskusi mengenai hak dan kewajiban warga negara, Agita menegaskan pentingnya mendahulukan kewajiban sebagai landasan memperoleh hak.
“Ketika kita berbicara tentang hak dan kewajiban, maka kewajiban harus lebih dulu dijalankan. Dari sana, hak akan mengikuti sebagai konsekuensi dari sistem yang berjalan dengan baik,” jelasnya.
Forum juga membahas pentingnya pelayanan publik di tingkat kecamatan. Agita menegaskan bahwa kecamatan memiliki kewajiban untuk melayani masyarakat, sementara masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, dan adil.
Tak hanya itu, pembahasan mengenai kebebasan berpendapat juga menjadi perhatian, di mana Agita menekankan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional yang harus dijaga, sepanjang dilakukan secara bertanggung jawab.
Dalam konteks ketenagakerjaan, Agita juga menyoroti pentingnya memberikan porsi yang sama bagi penyandang disabilitas dalam dunia kerja, sebagai bentuk nyata dari keadilan sosial dan kesetaraan kesempatan.
Menutup kegiatan, Agita kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan lansia, mengingat kelompok lanjut usia merupakan bagian penting dari pembangunan bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
“Lansia adalah sumber hikmah, pengalaman, dan keteladanan. Kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah, keluarga, maupun masyarakat,” ungkapnya.
“Kepada para lansia, saya berpesan agar tetap menjaga kesehatan, tetap aktif sesuai kemampuan, menjaga semangat hidup, dan terus menjadi teladan bagi anak-anak serta cucu-cucu kita. Kehadiran dan nasihat Bapak dan Ibu sekalian sangat berarti bagi keluarga dan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Lengkong Wiwit Afiantoro, jajaran lurah se-Kecamatan Lengkong, tokoh masyarakat, serta para lansia yang tergabung dalam Lembaga Lanjut Usia Indonesia se-Kecamatan Lengkong, Bandung.
Melalui kegiatan penyerapan aspirasi ini, Agita mendapat berbagai masukan, harapan, maupun permasalahan yang dihadapi. Aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti untuk dibahas di tingkat pusat di Jakarta serta akan menjadi bahan penting dalam memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya para lansia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!