Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Kekeringan, Kementan Perketat Pengamanan Sumber Air Pertanian

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Kekeringan, Kementan Perketat Pengamanan Sumber Air Pertanian Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Ilustrasi- Irigasi yang ada di Kabupaten Lampung Tengah.

JAKARTA – Pengamanan sumber air irigasi menjadi aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian, terutama di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan kebutuhan air yang semakin kompetitif.

Ketersediaan air yang terjaga tidak hanya menentukan produktivitas lahan pertanian, tetapi juga stabilitas produksi pangan nasional.

Karena itu, upaya perlindungan sumber air melalui pengelolaan yang terpadu, efisiensi penggunaan, serta penguatan infrastruktur irigasi menjadi penting untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Kementerian Pertanian menyiapkan strategi pengamanan sumber air dan penguatan infrastruktur irigasi untuk memastikan produksi beras tetap terjaga, sekaligus mencapai target peningkatan produksi 1 juta ton pada 2026.

Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP), Kementan Dhani Gartina di Jakarta, Kamis (18/6) mengatakan, pemerintah berupaya mempertahankan peningkatan produksi yang telah dicapai pada 2025 melalui berbagai strategi, mulai dari intensifikasi lahan pertanian yang sudah ada hingga perluasan areal tanam melalui program ekstensifikasi.

Saat webinar bertajuk "Menjaga Produksi Pangan Saat El Nino Datang" dia menyebutkan ancaman fenomena El Nino dan kekeringan diprediksi melanda sejumlah wilayah pertanian nasional oleh karena itu salah satu fokus utama Kementan adalah memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

"Melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP), berbagai program pengembangan sumber daya air terus diperkuat, termasuk melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum," katanya.

Berbagai program telah disiapkan untuk mendukung ketersediaan air diantaranya rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, embung, dam parit, serta pengembangan sumber air alternatif.

Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman, khususnya pada sawah tadah hujan yang selama ini hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun.

Melalui pembangunan sistem irigasi yang lebih baik, lahan tadah hujan diharapkan dapat memperoleh suplai air secara berkelanjutan, sehingga frekuensi tanam meningkat dan produktivitas petani bertambah.

“Kami berharap dengan kegiatan tersebut, lahan yang sebelumnya hanya satu kali tanam bertambah menjadi dua kali tanam, kemudian yang dua kali tanam bisa tiga kali tanam. Jadi ada peningkatan indeks pertanaman," ujarnya.

Untuk tahun 2026, pemerintah menyiapkan distribusi infrastruktur air dalam skala besar, meliputi pembangunan sekitar 15.000 unit irigasi perpompaan, 3.000 unit irigasi perpipaan, serta 3.000 unit bangunan konservasi air yang akan difokuskan pada sentra-sentra produksi padi dan wilayah rawan kekeringan.

Selain pembangunan infrastruktur, Ditjen LIP juga telah melakukan pemetaan potensi cekungan air tanah, sumber air permukaan, sawah irigasi, hingga lahan rawan kekeringan untuk memastikan intervensi dilakukan secara tepat sasaran.

“Strategi menghadapi kekeringan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pendekatan antisipasi, adaptasi, dan mitigasi,” kata Dhani. .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Trump Desak Putin dan Zelenskyy Sepakati Perdamaian

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...

Janice Tjen Melaju ke Babak 16 Besar Wuhan Open 2026

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.