Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sawah di Pariaman Sumbar Jadi Lokasi Riset Teknologi Jepang

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 09:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sawah di Pariaman Sumbar Jadi Lokasi Riset Teknologi Jepang Doc: Instagram/@desaairsantok_pariaman
Ket. Sawah di Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumbar jadi lokasi penelitian penerapan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) perusahaan Jepang dan Unand.

PARIAMAN - Sawah di Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat, menjadi lokasi penelitian penerapan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) melalui kerja sama perusahaan Jepang dan kalangan akademisi.

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi mengatakan penelitian ini melibatkan perusahaan Jepang Archeda Co. bersama Universitas Andalas (Unand) sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air pada tanaman padi.

"Dengan adanya metode AWD tersebut maka akan mampu mengurangi penggunaan air hingga 20 persen tanpa mengurangi produktivitas padi," katanya di Pariaman, Rabu.

Ia menjelaskan meskipun air merupakan kebutuhan utama bagi tanaman padi, anggapan bahwa sawah harus selalu tergenang air tidak sepenuhnya tepat karena justru dapat menghambat pernapasan di bagian akar padi.

Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya berpotensi memboroskan air, tetapi juga meningkatkan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah, sehingga tidak sejalan dengan konsep pertanian berkelanjutan.

Namun demikian, melalui metode AWD, petani dapat mengatur pemberian air secara lebih terukur agar tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan air.

Ia menambahkan kehadiran perusahaan Jepang dan akademisi dari Universitas Andalas menjadi momentum bagi petani setempat untuk menyerap pengetahuan baru terkait teknik pertanian, khususnya penerapan metode AWD.

Pada tahap-tahap penelitian, akan dilakukan kajian komprehensif terhadap aspek teknis, lingkungan, dan ekonomi sebelum metode tersebut diterapkan secara luas dalam penanaman padi.

"Saya berharap hasilnya dapat melimpah dan produktivitas meningkat sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa mengatakan lokasi penelitian berada di lahan milik Kelompok Tani Santok Indah.

"Kelompok tani tersebut memiliki luas lahan sawah sekitar 24 hektare, 12 hektare dari luas sawah tersebut dijadikan untuk pengamatan penelitian," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Air Santok Edison menyebut kelompok tani tersebut aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, sehingga menjadi alasan utama wilayah tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian.

"Saya berharap kegiatan ini terus dikawal oleh Unand sehingga meningkatkan hasil panen petani kami dan menyejahterakan para petani kami di desa ini," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Olahraga
Tidak di JIS, Duel Persija ...

Penyerang Kosta Rika Jadi Pemain Terakhir PSIM

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Penyerang Kosta Rika Jadi P...

PSIM Sengaja Uji Coba dengan Lawan Level Bawah

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSIM Sengaja Uji Coba denga...
Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.