Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Magang Nasional 2026 Kian Matang, Pemerintah Kunci Pendanaan Program

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Magang Nasional 2026 Kian Matang, Pemerintah Kunci Pendanaan Program Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi-Program magang nasional.

JAKARTA – Program Magang Nasional merupakan salah satu instrumen strategis untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui program ini, peserta memperoleh pengalaman praktis yang relevan, peningkatan keterampilan teknis, serta pemahaman langsung terhadap dinamika industri. Di sisi lain, program ini juga membantu perusahaan mendapatkan talenta muda yang lebih siap kerja.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas penempatan, kurikulum pelatihan, serta sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha agar benar-benar mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan saat ini pemerintah masih berada dalam tahap finalisasi anggaran menjelang pelaksanaan program Magang Nasional (MagangHub) tahun 2026.

“Kondisi saat ini, tentu fase terakhirnya itu adalah terkait dengan anggaran. Ini yang sekarang sedang difinalisasi, dan kita masih menunggu dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg). Itu gambaran kondisi saat ini untuk persiapan angkatan dua program Magang Nasional,” ungkap Menaker Yassierli dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI di Jakarta, Kamis (18/6).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa uang saku bagi para peserta Magang Nasional tahun ini masih sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, tidak berbagi beban (burden sharing) dengan perusahaan mitra, sebagaimana sempat diwacanakan beberapa waktu lalu.

“Ada wacana awalnya bahwa uang sakunya (peserta) itu sharing (dengan perusahaan mitra). Tapi akhirnya kami memutuskan sama seperti angkatan (Magang Nasional) pertama. Jadi 100 persen ditanggung oleh pemerintah,” ujar Yassierli.

Selain itu, pemerintah juga telah mengonfirmasi bahwa jumlah peserta yang merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dalam pelaksanaan Magang Nasional angkatan kedua atau tahun 2026 adalah sebanyak 150 ribu orang.

“Hasil rapat lintas kementerian, sebenarnya secara prinsipal itu kita sudah menyetujui bahwa, pertama, adalah peningkatan jumlah peserta, yang awalnya (pada tahun 2025) sebanyak 100 ribu, kemudian (tahun 2026) 150 ribu (peserta),” kata Menaker.

Sementara itu, tahap pertama pelaksanaan Magang Nasional tahun 2026 sendiri direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu orang peserta.

Program selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga memenuhi target nasional yang telah ditetapkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
RI Dorong ASEAN Tancap Gas ...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.