Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
📅 Senin, 15 Jun 2026, 01:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiKebijakan Energi - UMKM Tertekan Biaya dan Permintaan
Fokus kebijakan pemerintah adalah menjaga daya beli kelompok rentan dan mencegah kenaikan harga meluas ke barang kebutuhan pokok.
Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dinilai memberikan tekanan terhadap inflasi dan berpotensi merembet ke berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi hingga harga barang kebutuhan pokok.
Sejumlah ekonom menilai pemerintah perlu lebih serius menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya ti dak membebani masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Pakar energi Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti memperkirakan kenaikan harga Pertamax menyumbang inflasi sebesar 0,3– 0,7 poin persentase, namun masih dalam batas terkendali.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kenaikan Pertamax menambah inflasi tahun ini sekitar 0,3–0,7 poin, terasa, tetapi masih terkendali selama harga Pertalite dan solar subsidi tidak ikut naik,” ujar Yayan, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta.
Ia menjelaskan, tanpa kenaikan Pertamax, inflasi 2026 diproyeksikan berada di kisaran 2,6 persen.
Namun dengan penyesuaian harga tersebut, inflasi berpotensi naik menjadi sekitar 3,3 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Artinya, kenaikan Pertamax menambah sekitar 0,7 poin persen.
Dampak paling kuat terasa pada Juni, Juli, dan Agustus,” katanya.
Yayan menambahkan, efek inflasi tersebut terjadi bertahap, mulai dari survei harga pada Juni, penyesuaian tarif transportasi pada Juli, hingga kenaikan harga barang oleh produsen pada Agustus.
“Setelah itu penyesuaian selesai.
Ini kenaikan harga satu kali, bukan inflasi yang terus berlari,” ujarnya.
Diketahui, Pertamina Patra Niaga telah menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari 12.300 menjadi 16.250 rupiah per liter serta Pertamax Green 95 dari 12.900 menjadi 17.000 rupiah per liter sejak 10 Juni 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!