Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa Dahsyat di Filipina Angkat Dasar Laut Hingga Dua Meter

📅 Senin, 15 Jun 2026, 02:15 WIB | Oleh:
Gempa Dahsyat di Filipina Angkat Dasar Laut Hingga Dua Meter Doc: AFP/JAM STA ROSA
Ket. Seorang pria berjalan di jalanan yang rusak akibat gempa 7,8 SR yang mengguncang Kota General Santos pada 9 Juni lalu. Dinas Lingkungan Hidup Filipina pada Minggu (14/6) melaporkan bahwa gempa dahsyat pekan lalu telah mengangkat dasar laut setinggi 2 meter.

MANILA - Gempa dahsyat yang menewaskan sedikitnya 61 orang di Filipina pekan ini telah mengangkat dasar laut setinggi 2 meter, mengekspos karang dan membahayakan kehidupan laut, Dinas Lingkungan Hidup Filipina melaporkan pada hari Minggu (14/6).

Getaran berkekuatan 7,8 skala Richter yang mengguncang Pulau Mindanao selatan pada hari Senin (8/6) lalu juga telah menyebabkan sedikitnya 40 orang hilang, menurut jumlah korban yang diperbarui dari badan penanggulangan bencana Filipina.

Penduduk setempat pertama kali melaporkan fenomena geologi yang dikenal sebagai pengangkatan pantai dua hari setelah gempa, yang memperpanjang garis pantai sebanyak 200 meter di beberapa tempat, kata Dinas Lingkungan Hidup Filipina.

Pergeseran Palung Cotabato mendorong bagian atas garis pantai Sarangani dan Davao Occidental (provinsi), mengekspos dasar laut yang awalnya terendam," ungkap Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina dalam sebuah pernyataan. "Kira-kira 2 meter pengangkatan yang dipetakan," imbuh mereka.

Palung Cotabato yang terletak sedekat 50 kilometer di lepas pantai Mindanao selatan adalah tempat aktivitas seismik yang sering terjadi, termasuk serangkaian ribuan gempa bumi yang sebagian besar kecil yang tercatat pada bulan Januari.

“Sebuah tim yang dikirim ke daerah tersebut menemukan bahwa garis pantai, terumbu karang, dan padang lamun yang panjang telah terekspos," lapor Dinas Lingkungan Hidup Filipina.

Seorang pejabat yang berbicara kepada AFP pada hari Minggu mengatakan mereka belum dapat mengatakan dengan tepat seberapa luas wilayah yang terkena dampak mengingat luas wilayah yang perlu mereka survei.

Gambar yang dirilis oleh kantor regional dinas tersebut menunjukkan sejumlah besar karang terbuka dengan ikan mati dan kehidupan akuatik lainnya tergeletak di atasnya.

Warga awalnya melaporkan perubahan dasar laut karena khawatir mereka mungkin diracuni oleh asap dari kehidupan laut yang membusuk.

"Karang dan padang lamun yang terbuka ini mulai mati bersama organisme penghuninya seperti ikan karang, belut, kerang, dan cangkang," kata Dinas Lingkungan Hidup Filipina. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.