Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemimpin Tren de Aragua Tewas, Venezuela–AS Akui Operasi Gabungan

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemimpin Tren de Aragua Tewas, Venezuela–AS Akui Operasi Gabungan Doc: Antara
Ket. Ilustrasi penangkapan kelompok kriminal di Venezuela.

Bogota - Pemerintah Venezuela memastikan pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bahwa pemimpin organisasi kriminal Tren de Aragua yang berbasis di Venezuela, Hector Rusthenford Guerrero Flores, tewas dalam operasi yang melibatkan otoritas Venezuela dan AS.

Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela menyatakan bahwa Guerrero Flores, yang lebih dikenal dengan julukan “Nino Guerrero”, berhasil dilumpuhkan dalam operasi yang menyasar kelompok kriminal tersebut di wilayah pedesaan negara bagian Bolivar.

Pihak berwenang mengatakan bentrokan terjadi dengan anggota kelompok tersebut selama operasi berlangsung. Misi itu dijalankan dengan dukungan teknologi canggih, pertukaran informasi intelijen, serta mekanisme kerja sama antara kedua negara.

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa Flores tewas dalam operasi yang dilakukan dengan dukungan otoritas Venezuela.

Tren de Aragua merupakan organisasi kriminal asal Venezuela yang dalam beberapa tahun terakhir memperluas operasinya ke sejumlah negara di Amerika Latin. Kelompok ini dikaitkan dengan perdagangan manusia, peredaran narkotika, pemerasan, dan pembunuhan.

AS menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing pada 2025.

Guerrero Flores didakwa oleh pengadilan federal di New York pada Desember tahun lalu atas berbagai tuduhan, termasuk kejahatan terorganisasi dan pemberian dukungan material untuk kegiatan terorisme.

Menurut laporan media, Guerrero Flores lahir pada 1983 di Kota Maracay, negara bagian Aragua, Venezuela. Namanya mulai muncul dalam catatan kepolisian pada awal 2000-an dan pada 2005 ketika dia dituduh terlibat dalam pembunuhan seorang polisi.

Ia ditangkap pada 2010 atas sejumlah tuduhan, termasuk pembunuhan, perdagangan narkotika, dan pemerasan. Namun, Guerrero Flores berhasil melarikan diri dari penjara pada 2012.

Setelah ditangkap kembali setahun kemudian, ia dipindahkan ke Penjara Tocoron. Di tempat itu pengaruhnya justru semakin besar hingga menjadi seorang “pran”, istilah di Venezuela untuk menyebut pemimpin geng penjara yang sangat berkuasa.

Jaksa AS menuduh Guerrero Flores memimpin jaringan kriminal lintas negara selama lebih dari satu dekade di Kolombia, Peru, Chile, Ekuador, Brasil, dan Panama. Di bawah kepemimpinannya, Tren de Aragua berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal transnasional paling terkenal di Amerika Latin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Olahraga
Hasil Liga Italia: Juventus...
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.