Jalur Material Terjal, Menteri PU Optimistis Sekolah Rakyat Subulussalam Aceh Tetap On Track
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 14:25 WIB | Oleh: Tim RedaksiACEH- Pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 di Kota Subulussalam menghadapi ujian berat. Lokasinya yang berada di wilayah perbatasan Aceh-Sumatera Utara membuat distribusi material konstruksi menjadi tantangan besar bagi Kementerian Pekerjaan Umum.
Menteri PU Dody Hanggodo turun langsung ke lapangan, Sabtu (13/6), untuk mencari solusi percepatan. Ia mengakui, letak Subulussalam yang jauh dari pusat distribusi membuat pengiriman bahan konstruksi, terutama baja dan material berat, memakan waktu jauh lebih lama dibanding daerah lain.
“Kita harus mengakui lokasi Subulussalam cukup menantang dari sisi logistik. Mengangkut material ke sini tidak mudah. Bahkan perjalanan darat menuju lokasi saja cukup berat, apalagi untuk mengangkut material konstruksi dalam jumlah besar,” kata Menteri Dody.
Meski begitu, Menteri Dody tetap optimistis proyek garapan PT Waskita Karya ini bisa segera difungsikan. Berbagai inovasi teknis diterapkan untuk memotong jalur distribusi yang rumit. Salah satunya mengganti sebagian struktur baja dengan beton agar pekerjaan tidak tergantung pada pengiriman material yang kompleks.
“Kita sedang mencari metode kerja yang lebih efektif. Beberapa titik yang semula direncanakan pakai baja akan dievaluasi sebagian diganti beton, supaya konstruksi bisa lebih cepat tanpa mengurangi kualitas,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 60%. Ketersediaan material di lokasi tercatat 62%, sementara sisanya masih dalam perjalanan. Untuk mempercepat, tim proyek menggunakan jalur laut dan udara, mendirikan batching plant di area proyek, menambah alat berat, hingga mendapat dukungan personel TNI.
“Kita akan terus cari cara terbaik, tercepat, dan paling efektif. Yang penting bukan hanya cepat selesai, tapi juga menghasilkan bangunan berkualitas yang bisa dipakai jangka panjang,” tegas Menteri Dody.
Sekolah Rakyat Aceh 2 dibangun di lahan 6,8 hektare dengan nilai kontrak Rp453,3 miliar. Kawasan pendidikan terpadu ini akan dilengkapi gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rusun guru, masjid, gedung serbaguna, lapangan mini soccer, basket, voli, dan fasilitas penunjang lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan strategi percepatan yang diterapkan, Kementerian PU menargetkan sekolah rakyat ini bisa segera beroperasi dan menjawab kebutuhan pendidikan di wilayah perbatasan Aceh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!