Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Angkutan, KAI Group Bangun Masa Depan Mobilitas Hijau Berbasis Listrik

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 17:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kontribusi terbesar layanan urban berbasis listrik KAI Group berasal dari Commuter Line Jabodetabek yang melayani 146.259.555 pelanggan pada Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 5,81 persen dibanding Januari hingga Mei 2025 sebanyak 138.227.725 pelanggan.

Commuter Line menjadi tulang punggung mobilitas harian di Jabodetabek karena melayani perjalanan masyarakat dari kawasan permukiman menuju pusat aktivitas ekonomi.

Dengan kapasitas layanan besar dan jadwal yang intensif, Commuter Line membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi di wilayah aglomerasi.

Menurut riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Commuter Line menghasilkan emisi sekitar 34,03 gram CO₂ per penumpang-kilometer. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan mobil yang menghasilkan sekitar 42 gram CO₂ per penumpang-kilometer dengan asumsi empat orang per mobil.

Selain Jabodetabek, layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta juga berperan dalam memperkuat konektivitas menuju simpul transportasi udara.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.013.574 pelanggan, meningkat 14,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 883.065 pelanggan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Commuter Line Yogyakarta melayani 3.854.340 pelanggan pada Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut naik 7,88 persen dibanding Januari hingga Mei 2025 sebanyak 3.572.727 pelanggan.

Layanan itu mendukung pergerakan masyarakat di lintas Yogyakarta–Solo yang terhubung dengan kawasan pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan pusat aktivitas harian.

Sementara itu, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Sebagai sistem angkutan rel perkotaan pertama di Sumatera.

Moda itu berperan menghubungkan berbagai pusat aktivitas di Kota Palembang, mulai dari kawasan permukiman, pusat bisnis, perkantoran, perguruan tinggi, kompleks olahraga Jakabaring, hingga Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

LRT Sumsel menggunakan tenaga listrik dengan sistem Listrik Aliran Bawah atau third rail bertegangan 750 V DC yang disuplai dari gardu listrik. Sistem ini membuat operasional LRT Sumsel bebas emisi gas buang langsung selama perjalanan karena sarana digerakkan oleh motor listrik.

Berdasarkan perhitungan sederhana, bila setiap pelanggan layanan urban berbasis listrik KAI Group menempuh rata-rata 10 kilometer perjalanan, layanan LRT Jabodebek, Commuter Line, dan LRT Sumsel pada Januari hingga Mei 2026 dapat membantu mengurangi emisi sekitar 15.350 ton CO₂e dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Perhitungan ini menggunakan data jumlah pelanggan dan faktor emisi transportasi yang tersedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.