Bukan Sekadar Angkutan, KAI Group Bangun Masa Depan Mobilitas Hijau Berbasis Listrik
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 17:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Layanan transportasi berbasis listrik semakin menjadi bagian penting dalam transformasi sektor mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Penggunaan kendaraan listrik mampu menekan konsumsi bahan bakar fosil serta mengurangi emisi karbon, sehingga mendukung target pembangunan berkelanjutan dan transisi energi nasional.
Di sisi lain, pengembangan layanan ini juga mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik, mulai dari infrastruktur pengisian daya hingga industri pendukung.
Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada ketersediaan infrastruktur yang memadai, insentif yang tepat, serta tingkat penerimaan masyarakat terhadap teknologi transportasi yang lebih bersih dan modern.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group memperkuat mobilitas urban rendah emisi melalui pengembangan layanan transportasi berbasis listrik guna mendukung transportasi berkelanjutan, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan layanan berbasis listrik memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan transportasi perkotaan yang efisien, terintegrasi, dan rendah emisi.
“Kereta listrik perkotaan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Perjalanan menjadi lebih terukur, kapasitas layanan besar, dan emisi yang dihasilkan per pelanggan jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi,” kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Minggu (14/6).
Menurutnya mobilitas urban terus meningkat seiring semakin padatnya aktivitas masyarakat di wilayah perkotaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pusat bisnis, kawasan pendidikan, bandara, hingga ruang publik membutuhkan transportasi yang mampu melayani banyak orang, terjadwal, dan lebih ramah lingkungan.
Dalam konteks tersebut, layanan urban berbasis listrik KAI Group menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan LRT Jabodebek, Commuter Line Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, Commuter Line Yogyakarta, dan LRT Sumsel melayani total 166.154.342 pelanggan.
Pada layanan perkotaan modern, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut meningkat 23,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 10.727.798 pelanggan.
Dari sisi lingkungan, LRT Jabodebek menghasilkan emisi sekitar 15 gram CO₂e per penumpang per kilometer. Angka ini lebih rendah dibandingkan sepeda motor yang mencapai sekitar 37 gram CO₂e per penumpang per kilometer.
Dengan perbandingan tersebut, emisi sepeda motor sekitar 146,67 persen lebih tinggi dibanding LRT Jabodebek, atau LRT Jabodebek menghasilkan emisi sekitar 59,46 persen lebih rendah dibandingkan sepeda motor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!