Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KAI Commuter “Blacklist” 40 Pelaku Pelecehan Seksual

📅 Senin, 27 Jul 2026, 14:45 WIB | Oleh:
KAI Commuter “Blacklist” 40 Pelaku Pelecehan Seksual Doc: KAI Commuter

JAKARTA - KAI Commuter memasukkan 40 pelaku pelecehan seksual ke daftar hitam layanan Commuter Line sepanjang Semester I 2026. Perusahaan juga melaporkan 17 kasus kepada kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

KAI Commuter menangani kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam Commuter Line dan area stasiun. Perusahaan tetap menghormati keputusan serta privasi korban yang memilih tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum.

KAI Commuter menerapkan pemblokiran akses layanan melalui integrasi sistem pengawasan di seluruh wilayah operasional. Langkah tersebut bertujuan mencegah para pelaku kembali menggunakan fasilitas kereta Commuter Line.

KAI Commuter juga memperketat pengawasan melalui optimalisasi kamera CCTV analytic di berbagai titik stasiun. Petugas keamanan meningkatkan patroli untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual di lingkungan layanan transportasi.

KAI Commuter melaksanakan kampanye dan sosialisasi anti kekerasan seksual secara rutin di lingkungan Commuter Line. Kegiatan tersebut melibatkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), organisasi perempuan, influencer, serta komunitas.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendampingi korban. Sebanyak 17 kasus telah dilaporkan kepada kepolisian untuk menjalani proses hukum.

“Kendati demikian, KAI Commuter terus mendorong dan mengimbau para korban untuk berani melanjutkan proses hukum guna memberikan efek jera yang maksimal bagi pelaku,” kata Karina pada Senin (27/7).

Karina mengatakan KAI Commuter memberikan pendampingan kepada korban hingga proses hukum berjalan. Perusahaan juga mengajak pengguna berani melaporkan pelecehan atau kekerasan seksual yang dialami maupun disaksikan.

“Kami juga ingin meyakinkan seluruh pengguna bahwa korban tidak sendirian, kami berkomitmen untuk mendampingi korban hingga tuntas pada tindak lanjut proses hukumnya,” ujar Karina.

KAI Commuter mengajak masyarakat dan pelanggan berani bersuara ketika menemukan tindakan pelecehan seksual. Perusahaan menyatakan menjamin kerahasiaan identitas serta perlindungan privasi korban selama proses penanganan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Pembangunan Bendungan Jenelata

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Pembangunan Bendungan Jenelata
Nasional
Perkuat Penjangkauan SR dan...
Daerah
Percepatan Pemulihan Irigas...
Olahraga
Gagal Finis di GP Bahrain, ...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.