Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Bahlil Garansi Pertalite dan Solar Tidak Naik
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 16:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan meski harga BBM non-subsidi Pertamax naik signifikan mulai 10 Juni 2026. Kepastian tersebut disampaikan untuk merespons kekhawatiran masyarakat terkait dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap harga BBM dalam negeri.
Bahlil menegaskan pemerintah tetap mempertahankan kebijakan subsidi energi demi menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya, keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi maupun LPG bersubsidi merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan oleh seluruh jajaran pemerintah.
"Saya pikir subsidi BBM dan subsidi LPG tidak ada kenaikan. Itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan," tegas Bahlil saat menghadiri Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Lampung, Rabu (10/6).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian harga sejumlah BBM non-subsidi. Kenaikan harga dilakukan menyusul perkembangan harga minyak mentah dunia yang mengalami peningkatan akibat ketegangan dan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax dengan Research Octane Number (RON) 92 resmi naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter dibandingkan harga yang berlaku sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain Pertamax, Pertamina juga melakukan penyesuaian harga terhadap Pertamax Green 95. Produk BBM beroktan lebih tinggi tersebut mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter mulai tanggal yang sama.
Kebijakan penyesuaian harga tersebut berlaku secara nasional sesuai ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan. Pertamina menjelaskan bahwa evaluasi harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pergerakan harga minyak mentah global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah. Formula tersebut menjadi acuan dalam menentukan harga jual BBM non-subsidi agar tetap sesuai dengan kondisi pasar energi internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangan resmi.
Meski harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan cukup tinggi, pemerintah memastikan masyarakat pengguna BBM subsidi tidak terdampak oleh kebijakan tersebut. Harga Pertalite dan Solar tetap dipertahankan guna menjaga stabilitas ekonomi serta mengendalikan tekanan terhadap biaya transportasi dan distribusi barang.
Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga inflasi tetap terkendali. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga energi internasional, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terjangkau.
Pengamat menilai keputusan mempertahankan harga Pertalite dan Solar dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan beban anggaran subsidi energi apabila harga minyak dunia terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga minyak global dan kondisi fiskal nasional sebelum mengambil kebijakan lanjutan terkait sektor energi. Untuk saat ini, masyarakat diminta tidak khawatir karena harga BBM subsidi dan LPG bersubsidi dipastikan tetap berlaku sesuai ketentuan yang ada.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!