Meski Masih Terbatas, Penguatan Rupiah Terus Berlanjut
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 12:30 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) meninggalkan level Rp18.000 pada pembukaan perdagangan Rabu 10 Juni 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,43 persen atau 78 poin ke posisi Rp17.980 per dollar AS.
Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, rupiah menguat 0,71 persen ke posisi Rp18.058 per dollar AS. Ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen.
Para analis sudah memprediksi penguatan rupiah akan berlanjut meski masih terbatas. "Rupiah diperkirakan masih berpotensi menguat terhadap dollar AS menyusul langkah BI menaikkan suku bunga," kata analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong.
Menurut dia, penguatan ini masih terbatas karena masih ada faktor eksternal yang dapat menekan kembali nilai tukar rupiah “Eskalasi konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak mentah dunia akan membatasi penguatan rupiah,” ujar dia.
Lukman memprakirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.900-Rp18100 per dollar AS. Sementara itu, indeks dollar AS diprakirakan akan bergerak di level 99,90-100,02.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para analis menilai BI sudah mengerahkan semua upaya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Ini karena rupiah sudah terdepresiasi sebesar 9 persen sejak awal tahun.
“Keputusan BI menaikkan suku bunga di luar jadwal (off cycle) menunjukkan urgensi untuk menstabilkan rupiah,” kata analis pasar uang dari Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa. Menurut dia, secara historis, BI hanya melakukan kebijakan serupa pada periode tekanan nilai tukar yang signifikan.
Jessica menambahkan berdasarkan pengalaman tersebut, kebijakan off-cycle umumnya diikuti kenaikan imbal hasil SBN tenor 10 tahun. Yaitu antara 100 hingga 320 basis poin pada sepanjang tahun kalender.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rupiah juga akan menguat 1–3 persen dalam satu bulan berikutnya. Arus masuk dana asing akan terjadi sebesar Rp10–40 triliun dalam tiga bulan berikutnya.
“Langkah ini bertujuan memperkuat kredibilitas dan independensi BI,” kata Jessica.
Menurut dia, ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat untuk memulihkan kepercayaan terhadap aset berdenominasi rupiah.
Namun, Jessica mengatakan masih ada ruang tambahan kenaikan suku bunga sebesar 25–50 bps. Hal ini bisa terjadi apabila tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!