Kolaborasi Indonesia-Australia Kembangkan Hilirisasi Rumput Laut untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pesisir
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 20:15 WIB | Oleh: Haryo Brono“Kami menerapkan prinsip zero waste dengan memanfaatkan seluruh bagian rumput laut secara optimal. Selain itu, penelitian ini juga mendorong penggunaan teknologi pengolahan yang lebih ramah lingkungan serta peningkatan kualitas bahan baku melalui edukasi petani dan perbaikan praktik pascapanen,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas, Endang Sulastri, menilai pengembangan rumput laut memiliki posisi strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi fondasi utama transformasi ekonomi jangka panjang, termasuk dalam pengembangan ekonomi biru.
“Rumput laut bukan hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah yang dapat memperkuat ekonomi nasional,” kata Endang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, hingga perubahan iklim.
Ia menyebut Universitas Mataram berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi biru melalui berbagai program riset dan pengelolaan limbah yang terus diperluas ke berbagai fakultas.
Diskusi Connect! #12 turut menghadirkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim, Direktur Pengembangan Indonesia Timur Bappenas Ika Retna Wulandary, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Prof. Yos Sunitiyoso. Para narasumber sepakat bahwa penguatan riset, hilirisasi industri, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi rumput laut Indonesia secara berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui berbagai inovasi yang tengah dikembangkan, rumput laut tidak lagi dipandang sebagai komoditas ekspor mentah semata, melainkan sebagai sumber ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui konsep ekonomi biru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!