Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buka Forum Dialog Perdamaian Global, HNW Ajak Dunia Bangun Perdamaian Berkeadilan

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 20:33 WIB | Oleh:
Buka Forum Dialog Perdamaian Global, HNW Ajak Dunia Bangun Perdamaian Berkeadilan Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid saat membuka Forum Dialog Global dalam rangka Hari Peringatan Dialog Internasional Untuk Peradaban, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid (HNW), menegaskan bahwa perdamaian dunia tidak akan terwujud tanpa kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh bangsa.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Forum Dialog Global dalam rangka Hari Peringatan Dialog Internasional Untuk Peradaban, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

Dialog bertema "Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia" itu menjadi forum untuk memperkuat kolaborasi lintas bangsa dan agama dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Hadir pada acara ini yaitu Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anis Matta, Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR/DPD RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Tokoh Bangsa, M. Din Syamsuddin, para kepala perwakilan diplomatik negara-negara sahabat untuk Indonesia, serta para tokoh lintas agama Indonesia dari unsur MUI, Muhammadiyah, NU, PGI, KWI, PHDI, Permabudhi, dan Matakin.

Dalam sambutannya, HNW menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum yang dinilainya sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia, khususnya Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan komitmen bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Tidak mungkin akan ada ketertiban dunia dan perdamaian yang sejati apabila yang terjadi justru represi dan penjajahan. Hanya akan ada perdamaian yang benar apabila di sana ada keadilan dan tidak ada lagi penjajahan," ujar HNW.

Menurutnya, forum ini menjadi penting karena mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur legislatif, eksekutif, organisasi keagamaan, lembaga internasional, hingga perwakilan negara sahabat untuk bersama-sama memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian global.

Ia menegaskan bahwa konstitusi Indonesia memberikan landasan kuat bagi bangsa Indonesia untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih berada di bawah penjajahan.

"Keinginan untuk menghadirkan perdamaian dunia sesungguhnya merupakan pengejawantahan langsung dari konstitusi Indonesia. Amanat itu tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya," katanya.

Selain itu, HNW juga menyoroti situasi di Palestina yang menurutnya menjadi salah satu tantangan terbesar bagi terwujudnya perdamaian dunia. Ia menyebut berlanjutnya konflik dan pendudukan wilayah Palestina sebagai persoalan yang membutuhkan perhatian serius komunitas internasional.

"Jika forum ini lahir dari keprihatinan atas berlanjutnya penjajahan dan serangan terhadap Palestina, Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, hingga meluas ke kawasan lain, maka ini adalah langkah yang sangat relevan untuk membangun solidaritas dan aksi nyata bagi perdamaian," jelasnya.

HNW menilai peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap sangat strategis dalam memperjuangkan penyelesaian konflik dan pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina. Ia menyebut melalui forum PBB sudah semakin banyak negara yang memberikan pengakuan kepada Palestina sebagai perkembangan positif dalam diplomasi internasional.

"Lebih dari 153 negara telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Ini menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina mendapatkan dukungan yang semakin luas dari masyarakat internasional, yang artinya keinginan hadirkan perdamaian melalui kemerdekaan dan menjauhkan penjajahan, makin mendapat dukungan yg meluas. Memang PBB harus lebih efektif, mewujudkan perannya, dan jangan terkungkung dengan hak veto yang melindungi Israel, tetapi jangan sampai karena kekecewaan pada PBB, maka dia digusur dengan hadirkan lembaga baru yang bahkan sepenuhnya menggusur eksistensi Palestina apalagi pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka” tegasnya.

Lebih lanjut, HNW menekankan pentingnya sinergi antara parlemen, pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil untuk memperkuat diplomasi perdamaian. Menurutnya, tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas tantangan global saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
BI Pasang Jurus Ganda untuk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.