Harga Sawit Turun, BBM dan Sembako Naik, Bupati Kotim Minta Warga Bicara Apa Adanya di SE2026.
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 09:52 WIB | Oleh: Yebdi TrismarBupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor meminta masyarakat menyampaikan kondisi ekonomi sebenarnya saat Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), termasuk dampak turunnya harga sawit, kenaikan harga BBM hingga melonjaknya harga kebutuhan pokok.
“Justru itu yang disensus. Jadi, tolong masyarakat sampaikan saja apa adanya, misal sekarang harga sawit jatuh dan BBM naik, itu berakibat ke ekonomi masyarakat, sampaikan saja,” kata Halikinnor di Sampit, Selasa.
Menurut Halikinnor, sensus ekonomi menjadi momentum penting menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara riil dan menyeluruh, terutama di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini.
Data yang diperoleh dari sensus nantinya menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam mengambil langkah dan kebijakan ekonomi. Kondisi ekonomi daerah saat ini tidak lepas dari pengaruh global yang berdampak hingga ke tingkat masyarakat.
Salah satunya, terkait kenaikan harga BBM memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Di antaranya kenaikan biaya transportasi yang otomatis memicu meningkatnya biaya distribusi barang hingga berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Begitu BBM itu naik, maka akan berdampak ke seluruh sektor. Semua berakibat karena semua bersumber dari BBM itu. Dengan alasan transportasi naik, maka otomatis biaya naik, maka harga akan naik,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat melihat secara utuh kondisi ekonomi masyarakat melalui hasil SE2026, sehingga kebijakan yang diambil nantinya mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah penghasil sawit seperti Kotim.
Selain itu, Halikinnor juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada petugas sensus. Ia memastikan seluruh data yang disampaikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya dan tidak disebarluaskan.
Ia menekankan, keakuratan data sangat menentukan kualitas kebijakan pemerintah di masa mendatang. Maka, masyarakat diminta memberikan informasi sesuai fakta yang terjadi di lapangan.
“Kita mengimbau seluruh masyarakat yang didatangi petugas sensus agar memberikan data sesuai fakta yang ada. Karena sensus ekonomi itu sumber informasinya dirahasiakan, jadi tidak akan disebarluaskan ke mana-mana. Jadi jangan khawatir,” ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!