Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negosiasi AS-Iran Buntu, Ketegangan Nuklir dan Selat Hormuz Masih Membayangi

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 17:55 WIB | Oleh:
Negosiasi AS-Iran Buntu, Ketegangan Nuklir dan Selat Hormuz Masih Membayangi Doc: AFP
Ket. Negosiasi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah pertemuan panjang yang dimediasi Pakistan di Islamabad. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan Washington masih menunggu komitmen mendasar dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

JAKARTA - Negosiasi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah pertemuan panjang yang dimediasi Pakistan di Islamabad. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan Washington masih menunggu komitmen mendasar dari Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Menurut Vance, hingga saat ini pihaknya belum melihat sinyal konkret dari Iran terkait tuntutan tersebut. Meski demikian, Amerika Serikat masih memberikan waktu bagi Iran untuk mempertimbangkan proposal yang diajukan dalam perundingan tersebut.

"Kami pergi dari sini dengan proposal yang sangat sederhana, tawaran terakhir dan terbaik kami. Kita lihat apakah Iran menerimanya," ujar Vance.

Pembicaraan ini merupakan yang tertinggi sejak Revolusi Islam Iran 1979 dan berlangsung selama 21 jam tanpa menghasilkan kesepakatan. Kedua pihak datang dengan posisi yang keras, memperumit upaya mencapai titik temu dalam waktu singkat.

Ketegangan semakin meningkat setelah konflik terbuka yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran yang berdampak luas terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan perekonomian global.

Isu Selat Hormuz menjadi salah satu titik krusial dalam negosiasi. Jalur strategis yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu sempat ditutup Iran selama konflik berlangsung, memicu lonjakan harga energi global.

Presiden AS Donald Trump bahkan menunjukkan sikap tegas dengan menyatakan bahwa negaranya telah memenangkan konflik tersebut, terlepas dari hasil negosiasi. Pernyataan itu mempertegas posisi keras Washington dalam menghadapi Iran.

"Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak berpengaruh bagi saya. Alasannya adalah karena kita telah menang," kata Trump.

Sementara itu, pemerintah Pakistan melalui Menteri Luar Negeri Ishaq Dar menegaskan akan terus memfasilitasi dialog antara kedua negara. Ia juga meminta semua pihak untuk tetap menjaga komitmen terhadap gencatan senjata sementara.

Dari pihak Iran, media pemerintah menyebut negosiasi terhenti akibat tuntutan yang dinilai tidak masuk akal dari AS. Namun, pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran menunjukkan sikap lebih moderat dengan menilai bahwa kesepakatan tidak mungkin tercapai hanya dalam satu putaran pembicaraan.

Selain isu nuklir, Iran juga mengajukan sejumlah tuntutan lain, termasuk pencairan aset yang terkena sanksi serta penghentian konflik Israel dengan Hizbullah di Lebanon. Namun, Amerika Serikat menolak membahas isu di luar nuklir dalam forum tersebut.

Ketegangan juga terjadi di lapangan setelah militer AS mengklaim telah mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz dari ranjau. Klaim ini dibantah oleh Iran yang mengancam akan merespons jika terjadi pelanggaran wilayah.

Dengan belum tercapainya kesepakatan, situasi tetap berada dalam kondisi rapuh. Upaya diplomasi masih berlanjut, namun risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
Warga memanfaatkan air send...
Rona
Tradisi Sembahyang Rebutan ...

Inflasi bulan Agustus 2026

1 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Inflasi bulan Agustus 2026
Megapolitan
Pemkab Bogor Masih Diubek-u...
Daerah
BNPB Salurkan 62.000 Liter ...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.