Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Energi Jadi Momentum, Industri RI Incar Rantai Pasok Hijau Dunia

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transisi Energi Jadi Momentum, Industri RI Incar Rantai Pasok Hijau Dunia Doc: ANTARA/ HO-PMSE.
Ket. Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

JAKARTA – Potensi industri hijau semakin besar seiring meningkatnya tuntutan global terhadap praktik produksi yang berkelanjutan dan rendah emisi.

Transformasi menuju industri hijau tidak hanya membuka peluang untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya saing produk nasional di pasar internasional yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Selain menarik investasi dan memperluas akses ekspor, pengembangan industri hijau berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, mendorong inovasi teknologi, serta memperkuat ketahanan ekonomi dalam menghadapi transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan industri Indonesia mempunyai kapabilitas untuk menjadi bagian dari rantai pasok hijau global.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Peresmian Gedung Cakrawala dan Nusantara PT McDermott Indonesia di Batam, Kepulauan Riau.

“Sangat penting bagi kami adalah kenyataan bahwa meskipun proyek ini mendukung transisi hijau di Eropa, sebagian besar proses manufakturnya berlangsung di Indonesia. Artinya, pekerja dan insinyur Indonesia terlibat. Kapabilitas industri Indonesia juga menjadi bagian dari rantai pasok hijau global. Hal ini sangat bermakna karena sejalan dengan prioritas pembangunan nasional,” ujar dia sebagaimana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (10/6).

Pemerintah Indonesia memperkuat dukungan terhadap transformasi ekonomi hijau dan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melalui pengembangan proyek Tennet 2GW High Voltage Direct Current (HVDC). Proyek tersebut merupakan proyek infrastruktur konversi energi angin menjadi energi listrik pertama di Indonesia.

Secara bertahap, proyek perdana di Indonesia ini diproyeksikan menyerap 6 ribu tenaga kerja lokal hingga 2029, serta meningkatkan daya saing dan kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam penguasaan standar teknologi konstruksi modern Eropa.

Proyek tersebut disebut akan menciptakan investasi dan aktivitas ekonomi, serta memperkuat kapasitas pekerja dan insinyur Indonesia melalui alih teknologi dan pembelajaran industri.

Indonesia mendorong perusahaan-perusahaan global untuk hadir bukan hanya sebagai penjual produk, tetapi juga sebagai mitra yang berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia, menciptakan peluang kerja, serta tumbuh bersama masyarakat lokal.

“Apa yang dilakukan PT McDermott Indonesia di Batam dapat menjadi contoh yang sangat baik bagi investasi asing di Indonesia. Bukan hanya karena besarnya nilai investasi, tetapi juga karena perusahaan ini menunjukkan komitmen jangka panjang, pengembangan tenaga kerja lokal, peningkatan kapasitas industri, serta dukungan terhadap keberlanjutan. Hal tersebut telah dilakukan McDermott selama lebih dari 50 tahun,” kata Menteri PPN.

“Saya berharap proyek ini dapat terus berkembang dan menjadi awal dari kerja sama yang lebih besar di masa mendatang. Mari terus membangun kemitraan yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, mendukung transformasi energi hijau, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Rachmat Pambudy

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad turut menyampaikan bahwa proyek Tennet 2GW memberikan efek berganda (multiplier effect) yang nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.

Tercatat, perekonomian Kepulauan Riau tumbuh sebesar 7,04 persen di triwulan I tahun 2026, tertinggi di wilayah Sumatra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.