Trump: Kesepakatan Damai Timur Tengah Akan Tercapai dalam 3 Hari
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 01:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (9/6), mengatakan bahwa para negosiator berada dalam tahap akhir pembicaraan untuk kesepakatan perdamaian di Timur Tengah, setelah Iran dan Israel menghentikan permusuhan baru yang mengancam akan menyulut kembali perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa kesepakatan damai dengan Teheran sudah dekat, tetapi diplomasi terhenti dan kedua pihak saling baku tembak meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April.
“Iran dan Israel berdebat panjang lebar dan sekarang mereka berdua sepakat melalui saya untuk berhenti dan kita berada di tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik,” kata Trump kepada wartawan saat kembali dari pertandingan Final NBA.
Ketika ditanya apakah itu akan memakan waktu beberapa hari atau beberapa minggu, dia mengatakan itu akan memakan waktu “dua atau tiga hari”.
Teheran telah berulang kali menyatakan bahwa kesepakatan apa pun harus mencakup Lebanon, tempat Israel terus melancarkan perang melawan Hizbullah yang didukung Iran - dan menembakkan rudal ke Israel pada hari Minggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu memicu pembalasan Israel, meskipun ada tekanan dari AS untuk menahan diri.
Iran kembali melancarkan serangan sebelum mengumumkan penghentian aksi militer , dan beberapa jam kemudian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa “tembakan di front itu telah terkendali”.
Teheran mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menyerang lagi jika Israel terus melanjutkan serangannya di Lebanon, sementara Netanyahu memperingatkan bahwa jika Iran melakukan kesalahan dengan melanjutkan serangan terhadap Israel, maka pihaknya akan membalas dengan kekuatan penuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai Balasan
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menegaskan bahwa kampanye di Lebanon akan terus berlanjut dan mengatakan Israel akan menyerang pinggiran selatan Beirut yang didominasi Hizbullah sebagai balasan atas setiap serangan kelompok militan tersebut terhadap Israel utara.
Trump, yang dilaporkan semakin jengkel dengan Netanyahu, sebelumnya mendesak kedua belah pihak untuk menghentikan penembakan dan mengatakan bahwa negosiasi akhir menuju perdamaian akan berlanjut.
Namun, Perdana Menteri Israel dalam pernyataan yang disiarkan televisi mengatakan telah memberi tahu Trump bahwa “Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami sedang melaksanakannya sebagaimana mestinya.
Menurut Axios, Israel sedang mempersiapkan gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran sebelum Trump secara pribadi menelepon Netanyahu dan mendesaknya untuk berhenti.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!