Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Filipina Protes atas Keberadaan Struktur Buatan Tiongkok di LTS

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 02:05 WIB | Oleh:
Filipina Protes atas Keberadaan Struktur Buatan Tiongkok di LTS Doc: AFP/Philippine Coast Guard
Ket. Puluhan kapal nelayan Filipina berkerumun dekat Scarborough Shoal di LTS pada Februari 2022 lalu. Pada Selasa (9/6), Filipina melayangkan protes pada Tiongkok terkat keberadaan struktur terapung ilegal di dekat perairan sengketa Scarborough Shoal.

MANILA - Filipina pada Selasa (9/6) mengatakan bahwa mereka telah mengajukan protes resmi kepada Tiongkok atas keberadaan struktur terapung ilegal yang terlihat di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan, sebuah lokasi bentrokan berulang di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Scarborough Shoal terletak 240 kilometer sebelah barat pulau utama Luzon di Filipina dan hampir 900 kilometer dari Hainan, daratan utama Tiongkok terdekat.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS meskipun ada putusan pengadilan tahun 2016 yang menyatakan bahwa klaimnya tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

Beijing mengungkapkan rencana pada September lalu untuk membuat cagar alam di Scarborough Shoal, yang mendorong mantan Penasihat Keamanan Nasional Manila, Eduardo Ano, untuk menyebutnya sebagai dalih yang nyata menuju pendudukan di masa depan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Analyn Ratonel, mengkonfirmasi pada Selasa bahwa Manila telah mengeluarkan protes atas struktur baru tersebut, yang dikatakan terletak di pintu masuk laguna yang kerap digunakan oleh nelayan Filipina.

“Pemerintah Filipina akan terus mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan hukum internasional dan untuk membela kepentingan nasional negara,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Filipina.

“Manila telah mengambil tindakan diplomatik yang tepat, seperti beberapa protes dan pengajuan protes resmi, terhadap struktur tersebut," kata Ratonel kepada wartawan dalam obrolan grup aplikasi pesan.

Pesan itu datang sehari setelah Kepala Staf Militer Filipina, Romeo Brawner, mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah bahwa pesawat angkatan udara telah melihat sebuah struktur dengan dimensi enam meter kali enam meter dengan beberapa orang di atasnya dan apa yang tampak seperti antena.

"Kami tidak akan membiarkan terulangnya apa yang terjadi di masa lalu ketika mereka awalnya membangun struktur kecil dan kemudian berkembang menjadi pulau buatan," kata Brawner, merujuk pada terumbu karang di daerah tersebut yang telah diubah Tiongkok menjadi pulau-pulau buatan yang dimiliterisasi.

"Kami tidak akan membiarkan itu terjadi di Scarborough Shoal," kata Brawner, berjanji akan terus meningkatkan patroli udara dan laut untuk memantau perkembangan di daerah tersebut.

Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, sempat menyinggung keberadaan struktur tersebut untuk pertama kalinya di sela-sela Dialog Shangri-La, sebuah forum pertahanan regional, pada 30 Mei lalu.

“Saya masih belum tahu (struktur) apa itu. Itulah mengapa informasi ini saya anggap masih mentah,” kata Menhan Teodoro.

Kelompok pemantau maritim yang berbasis di Amerika Serikat, SeaLight, kemudian memposting citra satelit yang diambil pada tanggal 28 Mei di media sosial yang menunjukkan apa yang mereka gambarkan sebagai objek kecil dan reflektif yang jelas terlihat di dataran terumbu karang dekat pintu masuk laguna.

Sementara itu Satgas Nasional Laut Filipina Barat mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan dan menilai sifat, tujuan dan implikasi dari instalasi struktur terapung tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Lukisan Cadas Purba di Gua Metanduno

16 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Lukisan Cadas Purba di Gua ...
Megapolitan
Fasilitas nobar piala dunia...
Ekonomi
Perajin tingkatkan penjuala...
Megapolitan
Tumpukan sampah di jalan Ga...

Inovasi ATM Sampah di Magelang

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Inovasi ATM Sampah di Magelang

Nadiem Makarim divonis 10 tahun penjara

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Nadiem Makarim divonis 10 t...

Pemadaman listrik bergilir di Balikpapan

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemadaman listrik bergilir ...
Shell dan Pertamina Kompak Pangkas Harga BBM Per 1 Juli 2026, Intip Siapa Paling Murah!

Shell dan Pertamina Kompak Pangkas Harga BBM Per 1 Juli 2026, Intip Siapa Paling Murah!

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.