Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sampah Plastik Tak Lagi Sekadar Masalah, BRIN Sulap Jadi Solar

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 17:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sampah Plastik Tak Lagi Sekadar Masalah, BRIN Sulap Jadi Solar Doc: ANTARA/Agung Dwi Prakoso
Ket. Salah satu pengelola Kelompok Swadaya Mandiri Pilah Berkah Kapanewon Imogiri tengah mengolah sampah plastik menjadi BBM jenis solar (Pertasol) di Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

YOGYAKARTA – Pengembangan mesin pirolisis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis solar menunjukkan upaya pemanfaatan teknologi dalam menjawab dua tantangan sekaligus, yakni penanganan limbah plastik dan penyediaan energi alternatif.

Melalui proses pirolisis, sampah plastik yang sulit terurai dapat dikonversi menjadi bahan bakar bernilai ekonomi, sehingga berpotensi mengurangi beban lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.

Inovasi ini juga membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular, meski keberhasilannya akan bergantung pada aspek keekonomian, skala produksi, serta standar kualitas bahan bakar yang dihasilkan agar dapat diterapkan secara luas.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut kapasitas mesin pirolisis pengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif jenis solar yang diserahkan kepada Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul mampu menghasilkan 0,9 liter solar dengan modal satu kilogram (kg) sampah plastik.

Periset BRIN Heru Susanto mengatakan pirolisis adalah proses dekomposisi termokimia material organik (plastik) menjadi fase gas, cair, dan padat melalui pemanasan pada suhu tinggi antara 250 hingga 350 derajat Celsius dengan sedikit atau tanpa oksigen.

"Prosesnya kurang lebih selama 7-8 jam untuk mengolah plastik menjadi solar," kata Heru, di Yogyakarta, Selasa (9/6).

Inovasi tersebut, lanjutnya, berawal dari melihat adanya permasalahan sampah plastik yang ditemukan di Bantul.

Menurutnya, sampah yang menjadi bahan bakar pirolisis itu dianggap sebagai residu dan tidak laku apabila dijual, kalaupun dijual biasanya hanya dihargai murah sekitar Rp100 hingga Rp200 per kg.

"Sehingga itu tidak menarik bagi para pegiat daur ulang, kita melihat plastik kan asalnya dari minyak bumi, kita kembalikan menjadi minyak bumi," katanya.

Dari sana, BRIN bekerja sama dengan Pertamina dan Pemkab Bantul menyerahkan satu mesin pirolisis untuk KSM Pilah Berkah, Imogiri dengan harapan mampu mengubah plastik yang tidak berharga menjadi bernilai tinggi dengan mengolahnya menjadi Petasol atau solar.

"Satu kilogram sampah plastik, itu bisa menghasilkan 0,8-0,9 liter solar," jelasnya.

Ia menjelaskan, pengolahan plastik menjadi solar memerlukan proses yang cukup panjang karena harus melalui pemanasan pada suhu tinggi selama 7-8 jam, penjernihan, dan beberapa tahapan lainnya.

"Hingga akhirnya diperoleh solar (Petasol) yang siap digunakan pada mesin kendaraan berbasis solar," kata Heru.

Menurutnya, biaya produksi dengan harga yang dihasilkan dari pengolahan sampah plastik menjadi solar dapat menghasilkan untung yang lumayan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Kementrans Dorong Konsep Tr...
Ekonomi
ESDM bidik pengembangan tah...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.