Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ikut Tren Dunia, Kanada Bakal Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 16:07 WIB | Oleh:
Ikut Tren Dunia, Kanada Bakal Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos Doc: AFP/DON EMMERT/Getty Images

WASHINGTON DC - Pemerintah Kanada mempertimbangkan pelarangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun melalui rancangan undang-undang keamanan daring yang akan diajukan ke parlemen pada 10 Juni.

Harian The Globe and Mail pada Senin (8/6) melaporkan bahwa rancangan undang-undang tersebut akan mewajibkan platform media sosial mengurangi paparan konten berbahaya bagi anak-anak.

Aturan itu juga mencakup kewajiban menangani chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), serta menghapus dengan cepat materi pelecehan seksual terhadap anak dan unggahan yang mendorong tindakan menyakiti diri sendiri.

Untuk mengawasi penerapan aturan tersebut, pemerintah berencana membentuk regulator digital yang akan menetapkan standar perlindungan anak bagi platform media sosial.

Sementara itu, perusahaan yang memenuhi standar tersebut dapat mengajukan izin agar pengguna berusia di bawah 16 tahun diperbolehkan kembali mengakses platform mereka.

Rancangan undang-undang itu juga akan mewajibkan perusahaan AI melaporkan kepada otoritas apabila menemukan ancaman kekerasan atau bunuh diri yang dinilai kredibel.

Aturan baru tersebut bertujuan menghidupkan kembali sebagian ketentuan RUU C-63 tahun 2024 atau Online Harms Act yang gugur setelah pembubaran parlemen menjelang pemilu federal Kanada 2025.

Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah negara berupaya membatasi pengaruh media sosial terhadap anak dan remaja.

Denmark, Prancis, Spanyol, Yunani, Indonesia, dan Turkiye tengah mempertimbangkan pembatasan usia wajib bagi pengguna media sosial.

Di Australia, pemerintah mulai melarang anak-anak di bawah 16 tahun menggunakan sejumlah platform media sosial populer, termasuk TikTok, X, YouTube, Reddit, dan Twitch sejak Desember lalu.

Media pada Senin juga melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berencana mengumumkan kebijakan serupa yang terinspirasi dari langkah Australia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.