Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DIY Luncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan, Perkuat Karakter Generasi Berbasis Budaya

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 17:15 WIB | Oleh:
DIY Luncurkan Pendidikan Khas Kejogjaan, Perkuat Karakter Generasi Berbasis Budaya Doc: Dok. @humasjogja

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai mengimplementasikan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) sebagai upaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya. Program ini diarahkan untuk melahirkan manusia paripurna atau jalma kang utama yang memiliki kematangan batin dan keluhuran budi.

Peluncuran dilakukan dalam agenda Byawara dan Launching PKJ pada Senin (4/5/2026) di SMA Negeri 6 Yogyakarta, dengan dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan menekankan bahwa pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibanding sekadar capaian akademik.

"Tantangannya bukan hanya bagaimana melahirkan manusia yang cerdas, tetapi juga bagaimana membentuk manusia yang utuh. Sebab kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa disertai kedewasaan nilai, dapat membuat manusia kehilangan arah, bahkan tercerabut dari akar budayanya sendiri," tegas Sri Sultan.

Ia menjelaskan, PKJ dirancang bukan sekadar sebagai program administratif, melainkan gerakan kebudayaan yang berlandaskan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana, yakni upaya menjaga keselarasan hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan.

Menurutnya, pendidikan harus dipahami sebagai proses pembentukan karakter sekaligus pembudayaan nilai kehidupan. Melalui PKJ, diharapkan tumbuh generasi berjiwa satriya dengan karakter sawiji, greget, sengguh, lan ora mingkuh.

"Pendidikan tidak boleh dipahami sebagai proses pengajaran, melainkan juga sebagai proses pembudayaan. Pendidikan harus menjadi ruang bertemunya pengetahuan, karakter, dan kesadaran hidup," lanjut Sri Sultan.

Nilai-nilai tersebut diyakini mampu melahirkan pribadi yang karyenak tyasing sasama, yakni individu yang membawa ketenteraman bagi lingkungan sekitarnya. Hal ini menjadi penting agar kemajuan intelektual tetap berjalan seiring dengan kepekaan sosial.

Sri Sultan juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat hanya bertumpu pada sekolah. Peran keluarga dan masyarakat dinilai sama pentingnya dalam membentuk ekosistem pendidikan yang utuh.

"Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah. Pendidikan berasal dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Bahkan lebih luas lagi, ia bertumpu pada sinergi Kraton, Kampus, dan Kampung yang menjadi ekosistem hidup bagi tumbuhnya karakter generasi," jelas Sri Sultan.

Ia menambahkan bahwa peluncuran ini menjadi titik awal implementasi nyata PKJ dalam sistem pendidikan, sekaligus ajakan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam praktik sehari-hari.

"Peluncuran hari ini adalah penanda penting bahwa Pendidikan Khas Kejogjaan telah beranjak dari gagasan menuju gerakan nyata. Dari konsep menuju implementasi. Dari wacana menuju pembudayaan," tegas Sri Sultan.

Dalam kesempatan itu, Sri Sultan juga mengingatkan filosofi ngèlmu iku kalakoné kanthi laku, bahwa ilmu akan bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Muhammad Setiadi, melaporkan bahwa implementasi awal PKJ menunjukkan hasil yang positif. Indeks karakter peserta didik tercatat mencapai skor 4,1 dari skala 5 berdasarkan evaluasi awal.

Program ini merupakan hasil pengembangan panjang sejak 2019, yang terinspirasi dari pemikiran Sri Sultan dalam pidato ilmiah saat menerima gelar doktor kehormatan di Universitas Negeri Yogyakarta. Penyusunannya dilakukan secara bertahap dan melibatkan berbagai pihak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.