Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Ganda Mengintai, Indonesia Perlu Waspadai Krisis Pangan

9 Kamis, 16 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ancaman Ganda Mengintai, Indonesia Perlu Waspadai Krisis Pangan Ancaman Ganda Mengintai, Indonesia Perlu Waspadai Krisis Pangan Doc: antara
Ket. Gejolak Global - Sekitar 20–45 Persen Pasokan Bahan Pertanian Global Lewati Selat Hormuz

Indonesia perlu mewaspadai potensi krisis pangan akibat tekanan simultan dari gangguan pasokan global karena konflik geopolitik dan penurunan produksi domestik akibat El Nino.

JAKARTA – Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi krisis pangan seiring munculnya tekanan ganda dari faktor global dan domestik. Konflik geopolitik di Timur Tengah berisiko mengganggu rantai pasok energi dan pupuk, sehingga dapat mendorong kenaikan harga komoditas impor serta biaya distribusi pangan dalam negeri.

Pada saat yag sama, dampak fenomena El Nino memicu musim kering berkepanjangan yang berpotensi menurunkan produksi pertanian, terutama pada komoditas strategis seperti beras. Kombinasi gangguan pasokan global dan penurunan produksi domestik ini menciptakan tekanan terhadap ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Kondisi tersebut menuntut respons kebijakan yang lebih antisipatif, mulai dari penguatan cadangan pangan, diversifikasi sumber impor, hingga percepatan adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim. Tanpa langkah mitigasi yang terintegrasi, risiko gejolak harga dan ketahanan pangan dapat meningkat dalam jangka menengah.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan gangguan pelayaran di Selat Hormuz berisiko memicu krisis pangan global akibat terhambatnya pasokan pupuk dan energi serta kenaikan harga pangan. FAO dalam pernyataan mengatakan kapal yang membawa pupuk dan energi perlu segera kembali melintas agar pasokan tidak terganggu lebih lama.

Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero menekankan waktu menjadi faktor krusial karena negara miskin paling rentan terdampak gangguan pasokan, terutama untuk kebutuhan musim tanam. “Potensi penurunan hasil panen dan kenaikan harga pangan pada tahun depan, yang dapat memaksa pemerintah mengambil langkah intervensi untuk menahan gejolak harga domestik,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, awal pekan ini.

FAO mencatat harga pangan global masih relatif stabil pada Maret berkat pasokan yang cukup, khususnya gandum dan serealia. Namun, tekanan diperkirakan mulai meningkat pada April dan Mei seiring potensi gangguan pasokan yang berlanjut.

Kepala Divisi Ekonomi FAO, David Laborde memperingatkan dunia sudah menghadapi tekanan pasokan bahan penting dan berisiko memburuk menjadi krisis jika tidak diantisipasi. FAO meminta negara tidak membatasi ekspor energi dan pupuk, serta lebih hati-hati dalam penggunaan bahan bakar nabati agar tidak mengganggu pasokan pangan.

FAO juga mendorong pemanfaatan bantuan keuangan internasional, termasuk dari International Monetary Fund, untuk mempercepat akses pupuk bagi negara yang membutuhkan. Dengan 20–45 persen pasokan bahan pertanian global melewati Selat Hormuz, gangguan kecil saja dapat memicu lonjakan harga, terlebih jika diperparah oleh fenomena El Nino.

Perkuat Stok

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendukung inisiatif penguatan cadangan pangan kawasan, termasuk kerja sama negara BRICS, sebagai langkah strategis menghadapi kerentanan rantai pasok global di tengah ketegangan geopolitik. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menilai kolaborasi antarnegara penting untuk meredam risiko krisis pangan, sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan nasional dan global.

“Di sisi domestik, Indonesia memperkuat ketahanan melalui peningkatan stok, dengan Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog mencapai rekor tinggi, didukung ketersediaan pasar dan potensi produksi hingga hampir setahun ke depan,” jelasnya.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya swasembada pangan untuk mengurangi ketergantungan impor. Secara keseluruhan, penguatan cadangan dan produksi domestik diposisikan sebagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global dan potensi gangguan pasokan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...

Dana KJP Plus Mulai Cair untuk Hampir 30.000 Penerima Baru

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Dana KJP Plus Mulai Cair un...

NASA Mencari Astronot untuk Tinggal dan Bekerja di Bulan

40 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
NASA Mencari Astronot untuk...

Tabrakan Dua Kereta di Mesir, Empat Orang Tewas dan 88 Luka-Luka

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Tabrakan Dua Kereta di Mesi...

Pemprov Manfaatkan Jekate Run untuk Mengungkit Ekonomi Lokal

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pemprov Manfaatkan Jekate R...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.