Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Ekonomi Papua Tengah Terkontraksi 15,44 Persen pada Triwulan II 2026

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 01:35 WIB | Oleh:
BPS: Ekonomi Papua Tengah Terkontraksi 15,44 Persen pada Triwulan II 2026 Doc: ANTARA/Ali Nur Ichsan
Ket. Kepala BPS Kabupaten Nabire Dio Ginting.

NABIRE - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Papua Tengah terkontraksi hingga 15,44 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II 2026, Rabu (5/8).

Kepala BPS Kabupaten Nabire Dio Ginting di Nabire, Rabu, mengatakan sektor pertambangan masih menjadi penopang utama ekonomi Papua Tengah dengan kontribusi mencapai 76,51 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

"Ketika sektor pertambangan mengalami pergejolakan, secara otomatis pertumbuhan ekonomi Papua Tengah juga akan ikut bergejolak," katanya.

Ia mengatakan, penurunan pertumbuhan ekonomi secara tahunan bukan dipicu melemahnya aktivitas usaha masyarakat, melainkan menurunnya produksi dan penjualan komoditas PT Freeport Indonesia yang mendominasi struktur ekonomi daerah.

Ia menjelaskan, berdasarkan data PT Freeport Indonesia menunjukkan penjualan tembaga turun dari 443 juta pons pada triwulan II 2025 menjadi 153 juta pons pada periode yang sama tahun ini. Penjualan emas juga turun dari 518 ribu ons menjadi 118 ribu ons.

Ia mengatakan, kondisi tersebut berdampak besar karena sektor pertambangan memiliki porsi terbesar dalam pembentukan PDRB Papua Tengah sehingga perubahan produksi maupun penjualan langsung memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski demikian, perekonomian Papua Tengah mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara triwulanan, ekonomi Papua Tengah tumbuh 5,24 persen seiring meningkatnya kinerja sektor pertambangan.

Pertumbuhan itu didukung kenaikan volume penjualan tembaga dari 82 juta pons pada triwulan I 2026 menjadi 153 juta pons pada triwulan II 2026. Sedangkan penjualan emas naik tipis dari 116 ribu ons menjadi 118 ribu ons.

Apalagi, harga rata-rata tembaga triwulan II 2026 juga meningkat dari 5,89 dolar AS per pons menjadi 6,12 dolar AS per pons.

Ia mengatakan, kondisi ekonomi masyarakat justru lebih tercermin dari perhitungan PDRB tanpa sektor pertambangan. Dengan mengecualikan sektor tersebut, ekonomi Papua Tengah justru tumbuh 5,45 persen secara tahunan.

"Ini membuktikan bahwa aktivitas usaha riil masyarakat, pembangunan, dan pelayanan pemerintahan berjalan sangat baik dan terus berkembang," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Uni Eropa Kian Serius Tinjau Keanggotaan Ukraina

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Uni Eropa Kian Serius Tinja...

Kamerun Gandeng Indonesia Olah Singkong Jadi Tapioka

33 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Kamerun Gandeng Indonesia O...
Luar Negeri
Sebut Perang Konyol, Trump ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.