Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Pangkalpinang Gencar Pembinaan Mental Cegah LGBT dan Penularan HIV

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 01:25 WIB | Oleh:
Pemkot Pangkalpinang Gencar Pembinaan Mental Cegah LGBT dan Penularan HIV Doc: (ANTARA/Aprionis)
Ket. Wali Kota Pangkalpinang Saparudin.

PANGKALPINANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan program pembinaan mental, keagamaan, dan sosial guna mengantisipasi penyebaran perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), Rabu (5/8). 

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin di Pangkalpinang, Rabu, mengatakan pembinaan mental diberikan melalui kegiatan keagamaan, pendidikan dan sosial agar masyarakat tidak terjebak dalam perilaku LGBT.

“Makanya kita selalu melaksanakan pembinaan mental secara rutin kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah kota, pembinaan mental di tempat-tempat ibadah, maupun melalui kegiatan pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan upaya pembinaan mental merupakan upaya penguatan nilai moral, sosial dan keagamaan bagi kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah pusat menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2025-2029 yang mencantumkan penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ) sebagai ancaman negara nonmiliter.

Menurut dia, saat ini pihaknya akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait isu LGBT.

“Kita mengikuti pemerintah pusat bila melarang kita juga melarang dan akan mensosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan Pemkot Pangkalpinang gencar mencegah penyebaran perilaku LGBT melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai dampak dan bahaya LGBT yang tidak sesuai dengan ajaran dan norma agama serta kebudayaan masyarakat.

Salah satu ancaman besar dari perilaku LGBT adalah meningkatnya risiko penularan infeksi menular seksual HIV/AIDS.

Ia menambahkan penderita baru HIV di Kota Pangkalpinang didominasi kelompok lelaki seks lelaki (LKL) atau homoseks karena perilaku seksual yang tidak sehat. Sebanyak 62 dari 111 kasus infeksi baru HIV didominasi LKL.

"Kasus infeksi baru HIV di Kota Pangkalpinang, atau angka kasus tertinggi se-Provinsi Bangka Belitung didominasi homoseks, sehingga diperlukan sinergitas lintas sektoral dan masyarakat untuk menekan penularan virus HIV/AIDS ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
Menko PM Dorong Pemberdayaa...
Megapolitan
Polres Tangerang Edukasi 23...
Luar Negeri
KBRI: Dua WNI Terluka dalam...
Megapolitan
KAI Commuter Operasikan Kem...
Daerah
Sumsel dan Kalteng Menjadi ...
Advertisement
KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.