Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sleman Luncurkan Aplikasi Gandheng ATS Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 02:23 WIB | Oleh:
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sleman Luncurkan Aplikasi Gandheng ATS Tekan Angka Anak Tidak Sekolah Doc: Antara foto/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman
Ket. Bupati Sleman Harda Kiswaya saat meluncurkan aplikasi Gandheng ATS di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Rabu (5/8).

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan aplikasi Gerakan Andhum Handarbeni Penanganan Anak Tidak Sekolah (Gandheng ATS) berbasis "early warning system" (EWS) sebagai sistem peringatan dini atas tingginya angka anak tidak sekolah.

Aplikasi yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman ini diluncurkan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Rabu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi mengatakan peluncuran aplikasi ini berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 dan Peraturan Bupati Sleman Nomor 40 Tahun 2024.

Program ini ditopang tiga strategi utama yaitu penguatan regulasi melalui SOP pelayanan terpadu, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pengembangan sistem monitoring digital berbasis EWS.

Menurut dia, Gandheng ATS merupakan respon kebijakan atas kebutuhan transformasi tata kelola yang kolaboratif dan adaptif.

"Kami mengusung filosofi Andhum Handarbeni berbagi rasa, memiliki, dan bertanggung jawab bersama demi mewujudkan Sleman bebas ATS," katanya.

Adapun aplikasi Gandheng ATS ini bekerja secara sistematis melalui empat tahap implementasi berbasis EWS di lapangan dimulai dari deteksi dini dan peringatan otomatis (early warning), dengan memantau data kehadiran dan risiko siswa di sekolah.

"Jika seorang murid terindikasi sering absen atau berpotensi putus sekolah, EWS secara otomatis mengirimkan notifikasi alert kepada pihak sekolah dan dinas," katanya.

Ia mengatakan langkah selanjutnya melalui pemetaan akar penyebab anak tidak sekolah, mulai dari faktor ekonomi, kendala keluarga, hingga kondisi kesehatan sehingga, data terverifikasi secara presisi dan dilanjutkan dengan rujukan (intervensi terpadu) melalui instansi terkait dan monitoring evaluasi real-time.

Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan dukungannya serta berharap aplikasi ini bener-benar membawa dampak nyata di lapangan.

"Diharapkan aplikasi ini benar-benar bisa mendeteksi akar masalahnya, apakah karena ekonomi, keluarga, atau kesehatan, kita juga harus memastikan mutu pendidikan di sekolah nonformal atau PKBM sama baiknya dengan sekolah reguler," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Terjadi Desember 2026

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Ungkap Puncak Musim Hu...
Nasional
Mendukbangga Sebut Tiga Isu...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Normalisas...
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Siapkan...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.