Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar: Pola Cuaca Global Bergeser, Tantangan Prediksi Dinilai Kian Kompleks

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 19:40 WIB | Oleh:
Pakar: Pola Cuaca Global Bergeser, Tantangan Prediksi Dinilai Kian Kompleks Doc: ANTARA/BMKG
Ket. Dwikorita Karnawati

JAKARTA - Guru Besar UGM dan Pakar Mitigasi Bencana, Dwikorita Karnawati, mengatakan cuaca kini semakin sulit diprediksi dibandingkan beberapa dekade lalu. Kondisi tersebut terjadi akibat perubahan iklim global yang mengacaukan pola cuaca historis di berbagai wilayah.

“Memang saat ini demikian kenyataannya cuaca lebih sulit diprediksi dibandingkan beberapa dekade lalu. Karena perubahan iklim global yang mengacaukan pola cuaca historis,” ujar dia dalam sebuah dialog secara daring di Jakarta, Selasa (2/6)

Menurut Dwikorita, pemanasan global disebabkan oleh peningkatan suhu rata-rata bumi yang mengganggu stabilitas atmosfer. Gangguan tersebut turut memengaruhi siklus hidrologi sehingga proses pembentukan hujan berlangsung lebih cepat.

“Jadi pemanasan global ini dampak dari meningkatnya suhu rata-rata Bumi yang mengganggu stabilitas atmosfer. Dan gangguan ini juga berdampak pada semakin cepatnya atau terganggunya siklus hidrologi,” kata Dwikorita.

Ia menjelaskan peningkatan suhu global membuat siklus hidrologi mengalami percepatan dan perubahan signifikan. Kondisi itu memicu meningkatnya kejadian cuaca ekstrem basah maupun ekstrem kering secara bersamaan.

Dwikorita menyebut frekuensi kejadian cuaca ekstrem saat ini semakin sering dibandingkan periode sebelumnya. Selain lebih sering terjadi, intensitas dan durasi peristiwa ekstrem juga semakin meningkat.

“Berdampak pada kejadian kondisi ekstrim cuaca ekstrem, baik ekstrem basah, ekstrem kering kejadian ekstrem menjadi semakin sering. Dan intensitas ekstremitasnya juga semakin meningkat dan durasinya semakin panjang dan secara umum, pola cuaca historis juga mengalami gangguan,” tutur dia.

Menurut dia, perubahan tersebut menyebabkan pola cuaca historis yang selama ini menjadi acuan mengalami gangguan. Akibatnya, prakiraan cuaca menjadi lebih menantang dibandingkan kondisi beberapa dekade sebelumnya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.