Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejati NTB Siap Kawal Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Gili Tramena

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 05:35 WIB | Oleh:
Kejati NTB Siap Kawal Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Gili Tramena Doc: ANTARA/HO-Pemprov NTB
Ket. Rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB dalam kunjungan kerja Tim Komisi VII DPR RI menyoroti tata kelola pariwisata Gili Tramena di aula Tambora kantor Pemprov NTB di Mataram, Selasa (11/8).

MATARAM - Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) menyatakan kesiapannya untuk mengawal Pemerintah Provinsi NTB dalam menata dan mengembangkan kawasan pariwisata berkelanjutan di Gili Trawangan, Meno, dan Air (Tramena), Kabupaten Lombok Utara, Selasa (11/8). 

"Yang jelas, jika ada proyek-proyek berhubungan dengan hal tersebut dan butuh pendampingan dan lainnya, tentu kejaksaan akan membantu, entah itu melalui pendampingan terhadap PSN (Proyek Strategis Nasional) atau melalui pendampingan di bidang Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara). Intinya kita siap mendukung dan membantu pemprov dalam memajukan pariwisata," kata Wakil Kepala Kejati NTB Dandeni Herdiana di Mataram, Selasa.

Wakajati NTB menerangkan hal tersebut usai menghadiri rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB dalam kunjungan kerja Tim Komisi VII DPR RI.

Pihak parlemen yang hadir dalam kunjungan yang dimulai dari kegiatan di Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara pada Senin (10/8) tersebut hadir langsung Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay didampingi Wakil Ketua Rahayu Saraswarti Djojohadikusumo dan sejumlah anggota.

Dalam kegiatan tersebut, pihak DPR RI menyoroti tata kelola Gili Tramena yang merupakan salah satu destinasi andalan NTB di bidang pariwisata, mulai dari penanganan air bersih, sampah, maupun keamanan dan kenyamanan transportasi laut menuju gili.

Lebih lanjut, perihal adanya persoalan hukum terkait aset Pemprov NTB berupa lahan seluas 65 hektare yang sebagian masih berada dalam penguasaan ilegal warga dan pengusaha di kawasan Gili Trawangan, Dandeni Hardiana menyampaikan bahwa kejaksaan tetap dalam menjalankan peran sesuai koridor.

"Kalau kami dari segi penegakan hukum, tentunya sangat mendukung, tapi pastinya dari sisi pidana itu kita lebih mengedepankan ultimum remidium. Pendekatan-pendekatan yang kita dahulukan," ucapnya.

Ia pun menyampaikan bahwa dirinya menduduki jabatan Wakajati NTB baru terhitung sejak serah terima jabatan pada Senin (10/8).

"Yang pastinya, apa yang terbaik, kita akan koordinasi dengan pemprov. Kalau ada hukumnya, akan secara hukum kita tegakkan, mudah-mudahan itu bisa membantu pemprov," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.