KAI Tutup 118 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi hingga Juni 2026
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 19:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat program peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang dengan menutup ratusan titik yang dinilai berisiko tinggi. Hingga 4 Juni 2026, sebanyak 118 perlintasan sebidang prioritas telah ditutup atau mencapai 69 persen dari target nasional sebanyak 172 lokasi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan yang masih tinggi di perlintasan kereta api. Data KAI mencatat sepanjang periode 2023 hingga 24 Mei 2026 terjadi 1.074 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan total 964 korban.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 370 orang meninggal dunia, 247 orang mengalami luka berat, dan 347 orang mengalami luka ringan. Mayoritas kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak dijaga.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan sekitar 80 persen kecelakaan terjadi di perlintasan tanpa penjagaan. Sementara itu, 88 persen insiden disebabkan perilaku pengguna jalan yang menerobos saat kereta api akan melintas.
"Setiap perlintasan yang berhasil ditutup berarti mengurangi satu titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian, serta para pemangku kepentingan untuk mempercepat program ini," ujar Anne.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di berbagai wilayah operasional KAI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.810 titik merupakan perlintasan yang tidak dijaga dan menjadi fokus utama penanganan keselamatan.
Program penutupan perlintasan berisiko dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Selain penutupan, KAI juga mendorong peningkatan aspek keselamatan pada perlintasan yang masih digunakan masyarakat.
Beberapa wilayah bahkan telah menyelesaikan seluruh target penutupan perlintasan prioritas. Divre I Sumatera Utara berhasil menuntaskan 39 lokasi, Daop 4 Semarang menutup 11 lokasi, dan Divre III Palembang menyelesaikan enam lokasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 6 Yogyakarta, serta Daop 7 Madiun juga telah menuntaskan seluruh target penutupan yang menjadi prioritas di wilayah masing-masing. Hingga kini masih terdapat 54 lokasi yang menjadi fokus penyelesaian berikutnya.
KAI menilai upaya peningkatan keselamatan tidak cukup hanya melalui penutupan perlintasan. Kesadaran dan disiplin pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan di jalur rel.
Karena itu, masyarakat diimbau selalu berhenti sejenak sebelum melintasi rel kereta api, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas. Imbauan tersebut berlaku baik di perlintasan yang memiliki palang pintu maupun yang tidak dijaga.
"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri sebelum melintas. Keselamatan selalu menjadi prioritas dalam setiap perjalanan," kata Anne.
Menjelang masa liburan, KAI juga mengingatkan pelanggan kereta api untuk memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun. Kepadatan lalu lintas yang meningkat selama periode liburan berpotensi memengaruhi waktu tempuh sehingga penumpang disarankan datang lebih awal agar proses keberangkatan berjalan lancar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!