Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembangunan Stasiun MRT Monas Gunakan Box Jacking, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 18:40 WIB | Oleh:
Pembangunan Stasiun MRT Monas Gunakan Box Jacking, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027 Doc: ANTARA
Ket. Pembangunan Stasiun MRT Jakarta Monas dipastikan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat dan sekitarnya. Proyek yang menjadi bagian dari pembangunan MRT Jakarta Fase 2A tersebut menerapkan metode box jacking, yakni teknik konstruksi bawah tanah tanpa galian terbuka.

JAKARTA - Pembangunan Stasiun MRT Jakarta Monas dipastikan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat dan sekitarnya. Proyek yang menjadi bagian dari pembangunan MRT Jakarta Fase 2A tersebut menerapkan metode box jacking, yakni teknik konstruksi bawah tanah tanpa galian terbuka sehingga pekerjaan dapat dilakukan tanpa menutup jalan utama.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, menjelaskan metode box jacking memungkinkan pembangunan terowongan bawah tanah dilakukan dengan mendorong struktur beton pracetak menggunakan dongkrak hidrolik. Teknik tersebut dinilai efektif menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama proses konstruksi berlangsung di salah satu kawasan paling sibuk di ibu kota.

"Jadi waktu kita bangun kita bikin semacam terowongan ya, underpass dari bawah dengan metode box jacking seperti bikin underpass dan langsung tembus di Jalan Museum Nasional. Jadi kita tidak mengganggu jalan protokol Medan Merdeka Barat," ujar Weni saat kunjungan ke lokasi proyek, Rabu (22/7/2026).

Selain menjaga kelancaran lalu lintas, proyek pembangunan Stasiun MRT Monas juga menghadapi sejumlah tantangan teknis. Weni mengatakan kondisi tanah yang lunak menjadi salah satu kendala utama dalam proses konstruksi, di samping keberadaan sejumlah kawasan cagar budaya yang harus mendapat perhatian khusus selama pekerjaan berlangsung.

"Kemudian nanti ke arah utara lagi, itu kita banyak menemukan cagar budaya. Jadi itu tantangan utama kita ketika membangun, kita juga gak hanya menggali ya, tapi kita bangun dengan sekaligus melihat secara arkeologikal," katanya.

Proyek MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota memiliki nilai investasi sekitar Rp4,1 triliun. Jalur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan di pusat kota melalui sistem angkutan massal yang lebih modern dan terintegrasi.

PT MRT Jakarta menargetkan pembangunan Stasiun Monas selesai pada akhir 2027 dan langsung dioperasikan untuk melayani masyarakat. Pada periode yang sama, Stasiun Thamrin juga ditargetkan rampung sehingga keduanya dapat mendukung operasional penuh jaringan MRT Jakarta Fase 2A menuju Kota pada 2029.

"Insya Allah kita selesaikan di akhir tahun 2027 ya. Insya Allah sudah beroperasi di akhir 2027," tutup Weni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Polisi Selidiki Kebakaran Kapal SAR di Muara Baru, Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi

Polisi Selidiki Kebakaran Kapal SAR di Muara Baru, Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.