Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tokoh Sunda Perantauan Bersatu, Kawal Ambisi Jabar Istimewa

📅 Senin, 10 Agu 2026, 16:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tokoh Sunda Perantauan Bersatu, Kawal Ambisi Jabar Istimewa Doc: Antara
Ket. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memberikan keterangan dalam Pertemuan Majelis Masyarakat Sunda (MMS) di Gedung Imeri FKUI, Jakarta.

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat merangkul jaringan tokoh perantauan (inohong) Sunda di Jakarta yang tergabung dalam Majelis Musyawarah Sunda (MMS) untuk memberikan kritik, masukan, dan gagasan strategis dalam mengawal pencapaian visi Jabar Istimewa.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman di Bandung, Senin (10/8), mengatakan keterlibatan tokoh lintas sektor di tingkat nasional penting agar pelaksanaan pembangunan daerah tidak berjalan sendiri, tetapi mendapat dukungan kepakaran dari akademisi, budayawan, hingga profesional asal Jawa Barat.

Menurut Herman, kritik dan masukan konstruktif dari para tokoh Sunda perantauan dapat menjadi penguatan bagi Pemprov Jabar dalam mempercepat kinerja pembangunan.

"Luar biasa ya. Kami dari Pemda Provinsi Jabar memberikan dukungan, memberikan apresiasi, dan yang paling penting adalah bagaimana inohong-inohong di Jabar yang tergabung di MMS bisa memberikan sumbang pemikiran, kritik dan saran untuk meningkatkan kinerja pembangunan di Jabar," ujar Herman.

Ia menekankan pencapaian visi Jabar Istimewa membutuhkan semangat kebersamaan antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

"Dan kita harus bahu membahu, 'sarendeuk', 'saigel', 'sapihanean'. Karena ujungnya tujuan akhirnya adalah bagaimana Jabar Istimewa," katanya.

Herman mengatakan Jakarta dipilih sebagai salah satu simpul pertemuan karena menjadi tempat berkiprahnya banyak tokoh Sunda di lembaga negara maupun sektor industri nasional.

Melalui forum Pasamoan Inohong Sunda dalam rangkaian Milangkala Kedua MMS, para tokoh tersebut berdiskusi mengenai berbagai isu strategis, mulai dari kebudayaan, tata kelola lingkungan, ketahanan ekonomi, hingga persoalan kebangsaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...

Utusan AS Berunding dengan Zelenskyy

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Utusan AS Berunding dengan ...

Jadikan Jakarta Simpul Kopi Nusantara

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Jadikan Jakarta Simpul Kopi...

Dinas Kesehatan Tangerang Siaga Penuh

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Dinas Kesehatan Tangerang S...
Megapolitan
Hindari Abu Krakatau, Siswa...
Megapolitan
Cariu Praktikkan Tanam Kede...
Luar Negeri
PBB Dorong Negara Perkuat P...
Luar Negeri
Spanyol Hadapi Gelombang Pa...
Nasional
Potensi Megathrust Selat Su...
Advertisement
1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.