Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Umumkan Waspada Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

📅 Senin, 10 Agu 2026, 17:12 WIB | Oleh:
BMKG Umumkan Waspada Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia Doc: AntaraNews

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 10 Agustus - 13 Agustus 2026. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 5 - 25 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 8 - 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat.

"Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggir 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Bali, Samudra Pasifik utara Maluku, Laut Seram, Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian timur," ungkap Biro Hukum, Humas, dan Kerjasama BMKG dalam rilisnya, Senin (10/8).

Hal yang sama juga berpeluang terjadi di Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian utara, Laut Sumbawa, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, dan Laut Arafuru bagian barat. Gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan NTT, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

"Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Begitu juga di Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, dan Samudra Hindia selatan Bali," lapor mereka.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi.

Seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m). Dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkas mereka. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Rona
Ini Peran Scalp Barrier dal...

Makna Gelap Ending House of the Dragon Season 3, Awas Spoiler

35 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Makna Gelap Ending House of...
Daerah
Menhut Pantau Langsung Pema...
Megapolitan
BMKG: Banjir Rob Ancam Pesi...
Daerah
Tokoh Sunda Perantauan Bers...
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.