Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPRD DKI Minta Tarif Air Bersih Kepulauan Seribu Diberi Perlakuan Khusus

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 18:00 WIB | Oleh:
DPRD DKI Minta Tarif Air Bersih Kepulauan Seribu Diberi Perlakuan Khusus Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. DPRD DKI Jakarta meminta Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) memberikan perlakuan khusus terhadap tarif layanan air bersih bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Permintaan tersebut disampaikan menyusul tingginya biaya produksi air bersih di wilayah kepulauan yang dinilai tidak boleh membebani masyarakat setempat.

JAKARTA - DPRD DKI Jakarta meminta Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) memberikan perlakuan khusus terhadap tarif layanan air bersih bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Permintaan tersebut disampaikan menyusul tingginya biaya produksi air bersih di wilayah kepulauan yang dinilai tidak boleh membebani masyarakat setempat.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan, mengatakan Kepulauan Seribu memiliki karakteristik khusus karena termasuk wilayah yang menghadapi berbagai keterbatasan akses dan infrastruktur meski berada tidak jauh dari daratan Jakarta.

"Padahal lokasinya sangat dekat dengan Jakarta," ujar August.

Menurutnya, pengalihan pengelolaan layanan air bersih dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta kepada PAM Jaya tidak boleh berdampak pada meningkatnya beban biaya yang harus ditanggung masyarakat.

August menegaskan bahwa warga Kepulauan Seribu membutuhkan kebijakan khusus agar tetap dapat memperoleh akses air bersih dengan harga yang terjangkau. Ia juga meminta pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah memastikan layanan air bersih tetap menjadi prioritas karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

"Harus ada perlakuan khusus bagi warga Kepulauan Seribu," tegasnya.

Ia berharap upaya efisiensi biaya yang direncanakan PAM Jaya dapat dikawal secara serius. Menurutnya, keberlanjutan layanan air bersih harus dibarengi dengan kebijakan tarif yang berkeadilan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

"Air bersih ini kebutuhan dasar," kata August.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa penyediaan air bersih di Kepulauan Seribu membutuhkan biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan.

Menurut Arief, air bersih di wilayah tersebut dihasilkan melalui teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut. Proses tersebut memerlukan biaya produksi sekitar Rp40 ribu per meter kubik.

"Biaya mengolah dan menyuling air laut itu lumayan mahal," ujar Arief.

Meski demikian, tarif yang dikenakan kepada masyarakat jauh lebih rendah. Saat ini warga hanya membayar tarif sekitar Rp3.550 untuk pemakaian hingga 10 meter kubik air, sehingga terdapat selisih yang cukup besar antara biaya produksi dan tarif layanan.

Arief menegaskan bahwa layanan air bersih di Kepulauan Seribu tetap dipertahankan sebagai bagian dari pelayanan publik dan bukan semata-mata berorientasi pada keuntungan komersial.

"Layanan di Kepulauan Seribu bukan semata bisnis komersial," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

56 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.