Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Krisis Air, Pemkot Tangsel Drop Toren di Wilayah Rawan Kekeringan

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 19:33 WIB | Oleh:
Antisipasi Krisis Air, Pemkot Tangsel Drop Toren di Wilayah Rawan Kekeringan Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangsel
Ket. Camat Setu, Kota Tangerang Selatan, Erwin Gemala Putra meninjau toren untuk distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiagakan sejumlah toren penampung air di titik rawan kekeringan guna memudahkan proses distribusi air bersih ketika ada peningkatan permintaan dari masyarakat.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di Tangerang, Rabu (15/7), mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat menjadi prioritas, sehingga distribusi bantuan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.

"Saya telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan pemantauan dan respons cepat terhadap wilayah-wilayah yang mulai terdampak kekeringan selama musim kemarau, misalnya di Kecamatan Setu," kata Wali Kota Benyamin.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, katanya, juga melakukan sosialisasi kepada sektor lainnya yang membutuhkan air bersih, sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi di musim kemarau ini.

"Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung," ujar Benyamin.

Camat Setu Erwin Gemala Putra mengatakan ada 35 kepala keluarga di wilayahnya yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau, yakni di RT01/RW01 dan RT04/RW02.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Kecamatan Setu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan berkoordinasi dengan Perumdam untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

Erwin menjelaskan sejak awal musim kemarau masyarakat telah melakukan langkah antisipasi dengan menghemat penggunaan air, sehingga kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi.

"Setelah bantuan air bersih didistribusikan, warga kembali menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Memasuki musim kemarau ini, masyarakat juga mulai lebih bijak dalam menggunakan air," ucapnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Daerah
Pemkot Kembali Gelar Bandun...
Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.