Kejar Target Ekonomi Digital, Bappenas Minta Akselerasi Teknologi di Semua Sektor
📅 Selasa, 02 Jun 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Digitalisasi berbagai sektor industri telah menjadi pendorong utama peningkatan produktivitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi.
Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan analisis data memungkinkan perusahaan mengoptimalkan proses produksi, mempercepat pengambilan keputusan, serta menekan biaya operasional.
Di tingkat yang lebih luas, transformasi digital juga membuka peluang lahirnya model bisnis baru dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.
Namun, keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur digital yang memadai, serta kemampuan industri untuk beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung semakin cepat.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi berbagai sektor industri untuk mencapai target kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2029.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Rolly Rochmad Purnomo di Jakarta, Selasa (2/6), mengatakan pemerintah telah mencanangkan target kontribusi ekonomi digital terhadap PDB pada tiga tahun mendatang di angka 12-13 persen.
“Tentunya kita perlu terus mengakselerasi pertumbuhan ekosistem digital dalam negeri mengingat target kontribusi PDB ekonomi digital tahun 2029 adalah 12-13 persen,” kata Rolly.
Ia mencontohkan, industri kreatif merupakan salah satu sektor yang menjadi fokus akselerasi digitalisasi saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Diperlukan percepatan digitalisasi sektor kreatif yang akan difokuskan pada sektor industri, UMKM, perdagangan, keuangan, pendidikan, kesehatan, pertanian, transportasi, energi, hingga media digital. Ini kita harus bergerak bersama,” ujar dia.
Berdasarkan data yang dibagikan, saat ini ekonomi digital berkontribusi sebesar 6,8 persen terhadap PDB nasional.
“Dengan nilai transaksi digital (GMV) setara Rp1.645 triliun (2025), sektor digital bukan lagi industri pelengkap, melainkan pilar utama ekonomi negara,” ujarnya.
Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2045, Rolly mengatakan transformasi digital memiliki peran yang sangat strategis yaitu sebagai penggerak transformasi ekonomi dan transformasi tata kelola pemerintah.
Amanat RPJMN ini pun dituangkan secara lebih rinci yang mengarahkan akselerasi pelaksanaan transformasi digital yang bertumpu pada tiga pilar utama.
Ketiga pilar itu adalah Ekonomi dan Masyarakat Digital, Infrastruktur dan Konektivitas Digital, serta Pemerintahan Digital atau penguatan reformasi birokrasi berbasis digital.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!